See all Pages Sustainability

Sustainability

Memadukan Inklusi Sosial, Ketahanan Pangan, dan Mata Pencaharian Alternatif untuk Pengembangan Masyarakat secara Menyeluruh

Perseroan berkomitmen dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di komunitas sekitar wilayah operasional dengan menerapkan prinsip kemakmuran bersama. Upaya ini tidak hanya melibatkan masyarakat dalam rantai pasok bisnis, tetapi juga memastikan keberlanjutan serta ketahanan mata pencaharian mereka. Masyarakat berkontribusi sebagai pemasok bahan baku, penyedia jasa transportasi dan konstruksi, serta penyedia kebutuhan pangan bagi karyawan dan keluarga.

Sepanjang tahun 2025, Perseroan melaksanakan 15 inisiatif pemberdayaan ekonomi yang melibatkan kelompok perempuan, pemuda, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis kearifan lokal di sekitar konsesi unit bisnis kelapa sawit. Program-program tersebut mencakup pengembangan usaha di sektor ekonomi non-sawit, seperti kopi, madu, perikanan, peternakan ayam, jasa perawatan dan perbaikan, pengelolaan lingkungan, pengembangan UMKM, serta kelompok seni dan ekowisata berbasis masyarakat dengan biaya investasi mencapai Rp 812 juta. Hingga Desember 2025, inisiatif ini menghasilkan potensi pendapatan masyarakat sebesar Rp 329 juta, yang mencerminkan kontribusi program terhadap peningkatan aktivitas ekonomi lokal melalui pendekatan pendampingan berbasis Social Return on Investment (SROI).

Selain itu, Perseroan juga memberikan dampak ekonomi tidak langsung melalui pelaksanaan program CSR di bidang infrastruktur. Infrastruktur ini mendukung kelancaran mobilitas orang dan barang serta memperluas akses terhadap kegiatan ekonomi, sehingga memberikan dampak ekonomi tidak langsung melalui peningkatan aksesibilitas dan efisiensi aktivitas ekonomi lokal.

DSNG mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha non-sawit dan penguatan kelembagaan lokal. Perseroan mendukung berbagai inisiatif seperti jasa transportasi, pengembangan beras Miau, kerajinan tradisional, hingga hortikultura. Program ini dilengkapi dengan pendampingan usaha, pelatihan manajemen, serta fasilitasi akses ekonomi bagi kelompok masyarakat.

DSNG melakukan kerja sama dengan BUMDes Miau Baru untuk memperkuat rantai pasok beras lokal, menekan biaya logistik, serta mengurangi emisi. Selama tahun 2025, sebanyak 13% kebutuhan beras perusahaan telah dipenuhi oleh 300 petani setempat yang menerima serta mendapatkan peluang kerja di sektor budidaya, penggilingan, dan distribusi. DSNG juga menyelenggarakan pelatihan budidaya ayam petelur bagi masyarakat Desa di Kalimantan Timur. Pelatihan ini mencakup seluruh tahapan budidaya mulai dari pembibitan, manajemen kandang, pemasaran, hingga pengelolaan hasil produksi. Pada area Muara Wahau Kalimantan Timur, hingga akhir 2025 diperoleh 12 penerima manfaat yang mengirimkan sebanyak 222 ikat telur (harga Rp 318.00/ikat) dengan pendapatan total mencapai 12,37 juta rupiah.