Biomassa
Untuk memitigasi risiko ini, Perusahaan mengembangkan Program Kemandirian Energi yang didasarkan pada neraca energi dan analisis tekno-ekonomi sebagai instrumen strategis dalam mendukung mitigasi perubahan iklim dan penurunan emisi GRK.
Unit Bisnis Kelapa Sawit
Untuk menuju praktek terbaik industri kelapa sawit tanpa limbah (zero waste), kami terus berupaya untuk memaksimalkan penggunaan kembali semua limbah dan hasil samping (by product) kebun maupun PKS. Hasil samping yang dihasilkan antara lain: pelepah hasil pruning, janjang kosong (Empty Fruit Bunch), fiber, cangkang (shell), solid, dan limbah cair PKS (POME), disamping sampah rumah tangga dari perumahan karyawan. Dari semua biomassa sawit yang ada, sebanyak 70% merupakan pelepah pohon sawit, sedangkan tandan buah kosong mencapai 10% dan batang sawit mencapai 5%. Biomassa batang sawit akan banyak dihasilkan pada saat replanting.
Melalui pendekatan ini, pengembangan energi terbarukan dan inisiatif efisiensi operasional tidak hanya menurunkan emisi, tetapi juga memperkuat ketahanan energi, sejalan dengan target Perusahaan untuk mencapai kemandirian energi di area tertentu pada tahun 2028.
Proses Pemetaan Biomassa
Pemetaan ini bertujuan mengidentifikasi dan mengoptimalkan potensi biomassa dengan prinsip ekonomi sirkular sehingga residu produksi tidak menjadi beban lingkungan melainkan dimanfaatkan kembali sebagai sumber daya bernilai seperti energi terbarukan, pupuk organik, dan bahan bakar biomassa sekaligus mendukung pemulihan sumber daya dan pengurangan emisi GRK.
Hasil pemetaan biomassa menjadi landasan penyusunan Program Kemandirian Energi dan peta jalan implementasinya yang mencakup pemanfaatan limbah organik dan limbah operasional sebagai sumber energi alternatif, yang selanjutnya diimplementasikan melalui berbagai inisiatif berikut:
- Pemanfaatan Limbah Organik dan Praktiknya
Sepanjang 2025, DSNG memanfaatkan 432.118 m³ POME untuk menghasilkan 9.766.800 kWh listrik dan Bio-CNG sebagai bahan bakar genset dan operasional unit truk dapat mengurangi konsumsi solar sebesar 3.793.757 liter. Secara keseluruhan, inisiatif ini berkontribusi pada pengurangan potensi emisi sekitar 76.451 tCO₂e, yang berasal dari kombinasi penangkapan emisi metana POME dan penghindaran emisi dari konsumsi solar.
Pengelolaan limbah dilakukan secara sirkular dengan memanfaatkan POME, tandan kosong, fiber, cangkang, dan biomassa replanting sebagai sumber energi terbarukan, pupuk organik, serta bahan baku biogas dan Bio-CNG. Selain itu, POME juga diaplikasikan sebagai mulsa cair di kebun, didukung penggunaan mulsa dan lubang resapan untuk konservasi air dan pengelolaan limpasan, serta disosialisasikan ke rantai pasok sebagai praktik keberlanjutan jangka panjang
2. Daur Ulang Material Bekas
Program daur ulang lantai kayu yang memanfaatkan kembali material bekas sebagai bahan baku furnitur untuk mendukung pengelolaan sumber daya berkelanjutan.
3. Pemanfaatan Biomassa untuk Energi Terbarukan
Pada 2025, perusahaan memanfaatkan 198.928 ton cangkang, 520.449 ton fiber, dan 24.925 ton bungkil sebagai bahan bakar boiler sebagai biomassa untuk biofuel. Pemanfaatan Bio-CNG dan biomassa menjadi langka strategis dalam mendukung transisi energi terbarukan.
Sepanjang tahun 2025, Perseroan menghasilkan energi terbarukan sebesar 11,68 juta GJ yang berasal dari pemanfaatan 29% cangkang, 67% serabut, dan 4% bungkil sebagai bahan bakar boiler. Selain biomassa sawit, DSNG juga menghasilkan 620.353 GJ dari pemanfaatan limbah kayu dari unit bisnis WP Panel, dengan total pemanfaatan yang bersumber dari 36.491 ton limbah hasil proses kayu sebagai bahan bakar boiler.
Pemanfaatan Biomassa (Cangkang dan Fiber) sebagai bahan bakar boiler mampu menggerakan turbin untuk menghasilkan listrik yang digunakan untuk operasi 11 pabrik ekstraksi kelapa sawit dan 1 KCP, dapat mengurangi penggunaan bahan bakar fosill. Sepanjang 2025, 12 turbin telah menghasilkan listrik sebesar 59.039.178 kWh atau setara dengan 6,02 juta liter bahan bakar solar.
Unit Bisnis Produk Kayu dan Energi Terbarukan
DSNG mengoptimalkan pemanfaatan limbah kayu yang dihasilkan dari unit usaha WP Panel, sebagai bagian dari capaian Program Kemandirian Energi Unit Bisnis Kayu. Sepanjang tahun pelaporan, WP Panel mampu menghasilkan 620.353 GJ dari pemanfaatan limbah kayu dengan total pemanfaatan yang bersumber dari 36.491 ton limbah hasil proses kayu sebagai bahan bakar boiler. Selain itu, Unit Bisnis Energi Terbarukan-Pelet Kayu di PT BLN juga mampu memanfaatkan 1.596 ton hasil outspek limbah pelet kayu yang menghasilkan 25.536 GJ sebagai bahan bakar boiler