See all Pages Sustainability

Sustainability

Investasi terkait Keberlanjutan

DSN Group berkomitmen pada prinsip-prinsip investasi yang bertanggung jawab. Kami akan terus berinvestasi untuk mengurangi atau memitigasi dampak kami terhadap lingkungan dan membawa dampak positif bagi komunitas tempat kami beroperasi. Kami ingin melakukan lebih banyak dengan lebih sedikit dan dalam perjalanan ini kami akan berusaha untuk melaporkan kepada pemangku kepentingan kami kemajuan kami, terutama dengan upaya kami untuk meningkatkan penggunaan energi dan sumber daya terbarukan.

Energi terbarukan

Di Unit Bisnis Kelapa Sawit, kami memanfaatkan limbah cair pabrik kelapa sawit (POME), limbah biomassa cangkang, dan serat inti sawit untuk menghasilkan berbagai sumber energi terbarukan. Sementara itu, di Unit Bisnis Produk Kayu, kami menggunakan tenaga surya untuk mendiversifikasi sumber energi listrik untuk operasional.

Kami berhasil memulai pengoperasian Pabrik Bio-CNG pertama kami di tahun 2021. Kemudian di tahun 2022, kami mulai membangun Penangkap Metana dan pabrik Bio-CNG Kedua di perkebunan kelapa sawit kami di Muara Wahau. Pada 2025, dua pabrik Bio-CNG yang dimiliki DSNG memanfaatkan 432.118 m³ POME untuk menghasilkan 9.766.800 kWh listrik yang digunakan dalam operasional pabrik, kantor, dan perumahan. Selain itu, dihasilkan pula 4.411.345 Nm³ Bio-CNG sebagai bahan bakar genset dan truk, yang setara dengan pengurangan konsumsi solar sebesar 3,79 juta liter dan menghasilkan penghematan biaya mencapai 53,03 miliar berdasarkan harga rata-rata solar Rp13.979 per liter. Sepanjang 2025, sebanyak 57 truk berbahan bakar Bio-CNG telah dikonversi yang menghasilkan konsumsi 164.510 Nm³ Bio-CNG, yang setara dengan penghematan solar sebesar 141.479 liter dan penurunan emisi sebesar 379,16 tCO₂e.

GRHA DSN mengintegrasikan energi terbarukan dalam operasional gedung melalui pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang dipasang di sejumlah titik, termasuk pada sistem pompa tandon Power House 2. Inisiatif ini berkontribusi pada penurunan emisi, mengurangi ketergantungan pada energi fosil, serta memperkuat upaya efisiensi energi perusahaan.

Penguatan Infrastruktur untuk Mendukung Mobilitas Masyarakat 

DSN Group menginvestasikan sejumlah besar sumber daya untuk jalan dan akses ke perkebunan dan pabriknya. Jalan dan akses yang lebih baik menghasilkan berbagai tingkat efisiensi, mulai dari peningkatan efisiensi bahan bakar hingga memastikan tandan buah segar berkualitas dan bahan mentah yang pada gilirannya memungkinkan kami menghasilkan CPO premium berkualitas tinggi. DSN Group juga membantu menyediakan infrastruktur publik, antara lain jalan, jembatan, area publik, dan tempat ibadah. Untuk keperluan pengangkutan TBS, PK, CPO, dan PKO serta logistik, DSN Group membangun akses jalan dengan memperhatikan prinsip keselamatan, baik bagi karyawan maupun masyarakat.

Sepanjang tahun 2025, DSNG melaksanakan berbagai program pembangunan dan perawatan infrastruktur di desa binaan sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat dan penguatan konektivitas wilayah operasional, dan mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan. Seluruh kegiatan tersebut direalisasikan dengan total nilai investasi infrastruktur sebesar Rp 6,67 miliar. Kegiatan yang dilaksanakan mencakup perawatan dan pembukaan jalan desa, perbaikan badan jalan dan drainase, serta dukungan terhadap pembangunan fasilitas publik dan sosial. Program infrastruktur tersebut bertujuan untuk meningkatkan akses transportasi masyarakat, khususnya dalam mendukung kelancaran distribusi Tandan Buah Segar (TBS) menuju pabrik, membuka akses permukiman baru, serta mempermudah mobilitas logistik dan aktivitas sosial masyarakat.

People

Kami secara konsisten mendorong karyawan kami untuk berkomitmen pada budaya K3L dan melakukan evaluasi, inovasi, dan peningkatan yang berkelanjutan. Untuk mendukung pemahaman dan membangun budaya K3, Perseroan melibatkan seluruh karyawan dalam penerapan SMK3 melalui beberapa kegiatan, sehingga para karyawan dapat langsung berpartisipasi, berkonsultasi, dan berkomunikasi dengan manajemen. Komunikasi ini juga menjadi forum bagi karyawan untuk melakukan pengembangan, pelaksanaan, dan evaluasi penerapan K3.

Pada 2025, pelatihan dan sosialisasi K3 diikuti oleh 12.267 peserta melalui 36 kegiatan, yang mencakup materi keselamatan kerja, 5R, rambu K3, penggunaan APAR dan APD, pengelolaan pestisida, tanggap darurat kebakaran, dan pemahaman standar ISO, ISPO dan RSPO. Sebanyak 493 peserta mengikuti sertifikasi K3 sepanjang tahun sebagai bagian dari peningkatan kompetensi tenaga kerja.Program Pelatihan Kesehatan Kerja juga telah dilaksanakan melalui berbagai kegiatan yang meliputi pelatihan P3K karyawan, pendidikan kesehatan ibu TPA, kelas ibu hamil, penyuluhan penyakit tropis, sosialisasi PHBS, dan Healthy Talk, dengan total 64.001 peserta. Informasi lengkap mengenai program pelatihan dan peserta tersedia link ini

Dampak Ekonomi Tidak Langsung

Perseroan berkomitmen dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di komunitas sekitar wilayah operasional dengan menerapkan prinsip kemakmuran bersama. Upaya ini tidak hanya melibatkan masyarakat dalam rantai pasok bisnis, tetapi juga memastikan keberlanjutan serta ketahanan mata pencaharian mereka. Masyarakat berkontribusi sebagai pemasok bahan baku, penyedia jasa transportasi dan konstruksi, serta penyedia kebutuhan pangan bagi karyawan dan keluarga.

Sepanjang tahun 2025, Perseroan melaksanakan 15 inisiatif pemberdayaan ekonomi yang melibatkan kelompok perempuan, pemuda, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis kearifan lokal di sekitar konsesi unit bisnis kelapa sawit. Program-program tersebut mencakup pengembangan usaha di sektor ekonomi non-sawit, seperti kopi, madu, perikanan, peternakan ayam, jasa perawatan dan perbaikan, pengelolaan lingkungan, pengembangan UMKM, serta kelompok seni dan ekowisata berbasis masyarakat dengan biaya investasi mencapai Rp 812 juta. Hingga Desember 2025, inisiatif ini menghasilkan potensi pendapatan masyarakat sebesar Rp 329 juta, yang mencerminkan kontribusi program terhadap peningkatan aktivitas ekonomi lokal melalui pendekatan pendampingan berbasis Social Return on Investment (SROI).

Investasi Replanting Untung Masa Depan

Perusahaan berkomitmen untuk secara konsisten memperbarui sumber dayanya secara tepat waktu dan efektif dengan melakukan penanaman kembali sesuai dengan praktik terbaik dengan menggunakan bibit kelapa sawit terbaik yang disesuaikan dengan kondisi lahan dan iklim setempat. Pada tahun 2025, DSNG melanjutkan program peremajaan kelapa sawit sejumlah 2.249 hektare secara mekanis sebagai bagian dari penerapan kebijakan tanpa bakar. Program replanting dilakukan, secara bertahap untuk mempertahankan dan meningkatkan produktivitas kebun pada tanaman yang sudah tua atau tidak lagi optimal. Proses replanting meliputi penyediaan bibit, penumbangan dan pencacahan pohon sawit lama, pencabutan akar, serta pemanfaatan serpihan biomassa sebagai pupuk organik.