Keterlibatan Masyarakat dan Kolaborasi
Mengutamakan Kemakmuran Bersama untuk Penghidupan yang Tangguh dan Berkelanjutan
Komitmen DSN Group terhadap pelibatan masyarakat, kolaborasi, dan inklusi sosial berakar kuat pada visi dan tradisi para pendiri kami. Kami menekankan pengembangan mata pencaharian yang berkelanjutan dan tangguh bagi masyarakat di dalam dan di sekitar wilayah operasional kami melalui prinsip kemakmuran bersama. Dengan memasukkan komitmen ini ke dalam Kebijakan Keberlanjutan Grup kami, kami berupaya untuk memastikan bahwa komunitas-komunitas tersebut tidak hanya terlindungi, tetapi juga terus berkembang.
Pendekatan kami terhadap keberlanjutan melibatkan pemberdayaan masyarakat setempat, termasuk masyarakat adat, dan berkolaborasi dengan pemasok eksternal untuk mempromosikan praktik-praktik yang ramah lingkungan dan bertanggung jawab secara sosial. Melalui inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), kami berinvestasi dalam pengembangan masyarakat dengan fokus pada pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan mata pencaharian, serta berupaya keras untuk mendukung masyarakat adat dan menciptakan peluang kerja. Dengan demikian, DSNG berupaya menciptakan hubungan yang saling menguntungkan dengan masyarakat, berkontribusi pada pertumbuhan dan perkembangan ekonomi mereka, sekaligus memastikan keberlanjutan operasi kami dalam jangka panjang.

Sebagai upaya dari memperkuat rantai pasok yang berkelanjutan, menjaga kelestarian lingkungan, dan mendukung mitigasi perubahan iklim, DSN WP Panel telah menyalurkan 3.805.000 bibit jabon di wilayah Jawa Tengah sejak tahun 2020 hingga 2025 dengan total penerima bibit sebanyak 12.964 orang.
Proyek “Peningkatan Kapasitas Sistem Agroforestri Tangguh Iklim bagi Petani Kecil” dilaksanakan di Kabupaten Wonosobo, Magelang, dan Temanggung. Inisiatif ini bertujuan untuk mendorong penerapan praktik agroforestri yang adaptif terhadap perubahan iklim, memperkuat kapasitas organisasi petani, serta meningkatkan literasi keuangan dan keberlanjutan. Selain itu, proyek juga mencakup uji coba praktik berkelanjutan di tingkat petani. Melalui proyek ini, sebanyak 25 petani akan menjadi pionir sekaligus trainer yang dapat menularkan pengetahuan kepada petani lainnya. Implementasi program diharapkan meningkatkan partisipasi petani dalam penanaman jabon serta menjadi fondasi awal bagi petani dalam memenuhi prasyarat sertifikasi FSC-FM, baik dari aspek kapasitas maupun kelembagaan.