Dibentuk oleh Alam, Dikuatkan oleh Masyarakat
By Andhys M. Siang
Menemukan Makna Keberlanjutan dari Pinggir Hutan
Nama saya Andhys M. Siang, lahir dan besar di sebuah dusun kecil di Sulawesi Selatan, berasal dari keluarga petani sederhana, mengajarkan arti kerja keras dan hidup selaras dengan alam. Tidak ada yang menyangka, termasuk saya sendiri, bahwa perjalanan hidup saya akan membawa saya hingga ke jantung hutan Kalimantan Timur, menjadi bagian dari tim keberlanjutan di perusahaan kelapa sawit.
Saya bukan ilmuwan, bukan juga pejabat. Saya hanya seseorang yang percaya bahwa perubahan bisa dimulai dari percakapan-percakapan kecil, dari mendengar kegelisahan warga, hingga menjadi penghubung kebutuhan masyarakat dengan arah kebijakan perusahaan. Dari sinilah saya mulai mengetahui, menjadi bagian dari tim keberlanjutan bukan hanya tentang data dan sertifikasi, tapi tentang manusia dan hubungan.

Awal perjalanan, saya selalu bingung dalam setiap Keputusan maupun penerapan pekerjaan yang saya lakukan. Mulai perihal menjelaskan konsep NDPE, konservasi, atau kebijakan keberlanjutan DSN kepada warga desa yang sehari-harinya berjuang sekadar untuk menyambung hidup untuk pakan. Atas dasar hal tersebut, kemudian saya sadar bahwa tidak semua hal harus dijelaskan dengan bahasa teknis. Cukup dengan hadir, mendengar, dan berjalan bersama mereka.
Saya merasa dikuatkan justru oleh masyarakat. Mereka yang menerima saya sebagai teman diskusi, sebagai teman bicara, bahkan kadang sebagai “anak angkat” di banyak tempat. Dari mereka, saya belajar bahwa keberlanjutan tidak bisa dibangun di atas dokumen saja, tapi harus ditanamkan dalam kesadaran bersama.
Saat ini, saya sedang mendampingi program perlindungan Hutan Desa Karangan Dalam. Kami membangun pos pantau, memasang tapal batas, memantau satwa, hingga merintis ekonomi alternatif untuk masyarakat di dalam dan sekitar hutan. Semua itu bukan semata pekerjaan, tapi cara kami menunjukkan bahwa konservasi bisa berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan.
Saya ingin cerita ini menjadi pengingat bahwa siapa pun bisa terlibat menjaga lingkungan, mulai dari dusun, pinggir hutan, tempat yang jauh dari sorotan dengan tujuan sama yaitu menjaga alam kita. Saya percaya bahwa perubahan besar selalu dimulai dari tempat-tempat yang paling sederhana.

Salam Lestari, Tetap Lestari..