Pengungkapan Total Area yang Dikelola
Pada laporan Publik Tahun 2023, terdapat tiga sumber data untuk total area yang dikelola DSNG: Laporan Keberlanjutan, Laporan Tahunan, dan RSPO ACOP.
- Total area yang dikelola dalam AR di halaman 4 & 5 adalah 112.700 Ha, yang terdiri dari 84.800 Ha kebun inti + 27.900 Ha kebun plasma (faktor pembulatan).
- Total area yang dikelola di SR pada halaman 4 & 41 adalah 112.673 Ha, yang terdiri dari 84.815 Ha kebun inti + 27.858 Ha kebun plasma
- Total area konsesi di ACOP adalah 135.383 Ha, yang terdiri dari kebun inti 84.815 Ha + kebun plasma 24.852 Ha + HCV 8.728 Ha + Tidak Ditanami 16.988 Ha. Total area yang dikelola adalah 109.667 Ha yang terdiri dari kebun inti 84.815 Ha + kebun plasma 24.824 Ha yang telah beroperasi penuh.
Perbedaan tersebut disebabkan oleh pembulatan dalam AR kami, dan angka ACOP tidak termasuk area SAPRODI seluas 3006 Ha (yang merupakan petani swadaya). Area Saprodi tidak termasuk karena tidak ada rencana untuk sertifikasi RSPO.
Pada laporan Publik Tahun 2024, terdapat dua sumber data perbedaan untuk total area yang dikelola DSNG antara Laporan Keberlanjutan dan Laporan Tahunan dengan RSPO ACOP.
- Total area yang dikelola dalam SR & AR yaitu 110.700 Ha, yang terdiri dari 82.800 Ha kebun inti + 27.900 Ha kebun plasma (faktor pembulatan).
- Total area konsesi di ACOP adalah 131.245 Ha, yang terdiri dari kebun inti 82.800 Ha + infrastruktur 4.226 Ha + kebun plasma 24.902 Ha + HCV 8.733 Ha + belum ditanami 1.572 Ha + lahan lain yang dikelola 9.012 Ha. Total area yang dikelola adalah 107.702 Ha yang terdiri dari kebun inti 82.800 Ha + kebun plasma 24.902 Ha yang telah beroperasi penuh.
Mengklarifikasi perbedaan tersebut disebabkan oleh pembulatan SR & AR dengan angka ACOP, bahwa tidak termasuk yaitu area SAPRODI seluas 3.006 Ha (yang merupakan petani swadaya), 4.226 Ha infrakstruktur, 8.733 Ha area HCV, belum ditanami 1.572 Ha dan 9.012 Ha lahan lain yang dikelola. Wilayah SAPRODI tidak termasuk karena tidak ada rencana sertifikasi RSPO.