{"id":8540,"date":"2023-03-06T13:44:28","date_gmt":"2023-03-06T06:44:28","guid":{"rendered":"https:\/\/dsn.co.id\/staging\/esg\/grievance-management\/grievance-list-report\/"},"modified":"2026-03-13T11:38:42","modified_gmt":"2026-03-13T04:38:42","slug":"grievance-list-report","status":"publish","type":"post_esg","link":"https:\/\/dsn.co.id\/id\/esg\/grievance-management\/grievance-list-report\/","title":{"rendered":"Daftar &amp; Laporan Keluhan"},"content":{"rendered":"\n<p>DSNG memberikan perhatian yang serius serta memastikan tindak lanjut terhadap Grievance yang diberikan ke Perusahaan. Berikut adalah daftar Grievance DSNG:<\/p>\n\n\n\n<div style=\"max-width: 100%; overflow: auto;\">\n\n\n\n<table id=\"tablepress-15\" class=\"tablepress tablepress-id-15 accordion-table\">\n<thead>\n<tr class=\"row-1\">\n\t<th class=\"column-1\">Tanggal<\/th><th class=\"column-2\">Lokasi<\/th><th class=\"column-3\">Rangkuman Keluhan<\/th><th class=\"column-4\">Verifikasi dan Klarifikasi<\/th><th class=\"column-5\">Stakeholder<\/th><th class=\"column-6\">Luas Area (Ha)<\/th><th class=\"column-7\">Status<\/th><th class=\"column-8\"><\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody class=\"row-hover\">\n<tr class=\"row-2\">\n\t<td class=\"column-1\">10-08-26<\/td><td class=\"column-2\">PT DWT &amp; PT PWP<\/td><td class=\"column-3\">Informasi dan pernyataan adanya area operasional dua anak Perusahaan DSNG yaitu PT Dewata Sawit Nusantara (PT DWT) dan PT Pilar Wanapersada (PT PWP) yang masuk dalam kawasan hutan menurut Surat Keputusan Kementerian Kehutanan Nomor 36 Tahun 2025. <\/td><td class=\"column-4\">\u2022\tPT DWT \u2013 50 ha: Terverifikasi berada dalam HGU PT DWT dan telah ditetapkan sebagai area konservasi sejak 29 Januari 2019. Statusnya tetap kawasan hutan dan tidak dikonversi menjadi perkebunan sawit. <br \/>\n<br \/>\n<br \/>\n\u2022\tPT PWP \u2013 3.572 ha: Berdasarkan klarifikasi dan dokumen enclave HGU, seluruh area berstatus kawasan hutan (HP, HPK, dan Perhutanan Sosial) telah dikeluarkan dari konsesi PT PWP, sehingga saat ini tidak terdapat kawasan hutan dalam konsesi tersebut.<br \/>\n<\/td><td class=\"column-5\">Environmental Investigation Agency (EIA) UK<\/td><td class=\"column-6\">50 ha PT DWT &amp; 3.572 ha PT PWP<\/td><td class=\"column-7\">On Progress<\/td><td class=\"column-8\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr class=\"row-3\">\n\t<td colspan=\"8\" class=\"column-1\"><b> Deskripsi Proses \/ Kemajuan Kasus:<\/b><br \/>\n<br><br \/>\n<ul><br \/>\n  <li> DSNG telah menerima telah menerima <a href=\"https:\/\/dsn.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/EIA-Request-for-Response-DSN.pdf\"\" target=\"\"_blank\"\" rel=\"\"noopener\"\"> Environmental Investigation Agency (EIA) tertanggal 10 Agustus 2026 <\/a> yang ditandatangani oleh Faith Doherty selaku Forest Program Lead EIA UK mengenai informasi dan pernyataan adanya area operasional dua anak perusahaan yaitu PT Dewata Sawit Nusantara (PT DWT) dan PT Pilar Wanapersada (PT PWP) yang masuk dalam kawasan hutan menurut Surat Keputusan Kementerian Kehutanan Nomor 36 Tahun 2025 (SK Menhut Nomor 36\/2025). <\/li><br \/>\n<li> Menindaklanjuti surat pengaduan terkait hal tersebut, DSNG telah memberikan respon terhadap data dan informasi yang disampaikan dengan memberikan klarifikasi mengenai area perkebunan di PT DWT dan PT PWP yang masuk dalam kawasan hutan yang telah tertuang pada <a href=\"https:\/\/dsn.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Tanggapan-Surat-DSNG-ke-Environmental-Investigation-Agency-EIA_FinCir.pdf\"\" target=\"\"_blank\"\" rel=\"\"noopener\"\"> Tanggapan Surat DSNG ke Environmental Investigation Agency pada 21 Agustus 2026 <\/a> terhadap hasil terupdate sesuai hasil SK Menhut Nomor 36\/2025. <\/li><br \/>\n<\/ul><br \/>\n<br \/>\n<br \/>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr class=\"row-4\">\n\t<td class=\"column-1\">22-06-26 &amp; 06-07-26<\/td><td class=\"column-2\">PT BPN<\/td><td class=\"column-3\">Alert deforestasi yang berada di Koperasi Tepian Prima Sawit <\/td><td class=\"column-4\">Hasil verifikasi Titik koordinat tersebut benar berada di dalam Ruang Plasma Koperasi Tepian Prima Sawit, yang memiliki Surat Keputusan No.\u202f525.26\/K.527\/HK\/IX\/2020 dengan luasan sekitar 347,31 ha. Penanaman Tanaman Kelapa Sawit di Koperasi Tepian Prima Sawit (Kop. TPS) telah selesai pada tahun 2014, dan seluruh areal Plasma Kop TPS telah dilakukan konversi atas kelapa sawit yang telah tertanam<\/td><td class=\"column-5\">Apical dan Wilmar<\/td><td class=\"column-6\">25 ha<\/td><td class=\"column-7\">Selesai<br \/>\nSurat klarifikasi dikirim tanggal 7 Juli 2026 <br \/>\n<\/td><td class=\"column-8\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr class=\"row-5\">\n\t<td colspan=\"8\" class=\"column-1\"><b> Deskripsi Proses \/ Kemajuan Kasus:<\/b><br \/>\n<br><br \/>\n<ul><br \/>\n  <li> DSNG melalui anak perusahaannya yaitu PT Bima Palma Nugraha (BPN) telah menerima alert deforestrasi dari PT APICAL dan PT WILMAR pada tanggal 22 Juni dan tanggal 6 Juli 2026 dengan lokasi yang berada di Koperasi Tepian Prima Sawit, pada titik koordinat 0.8072567, 117.3735097 dalam luasan 25 ha. Sesuai informasi melalui email yang kami terima, bahwa pembukaan lahan tersebut terjadi pada tanggal 16 \u2013 31 Mei 2026. <\/li><br \/>\n<li> Menindaklanjuti hasil alert deforestasi yang diterima, DSNG melalui tim sustainability Operations &amp; CSR PT Bima Palma Nugraha telah melakukan verifikasi sesuai titik koordinat yang diterima <a href=\"https:\/\/dsn.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Berita-Acara-Verifikasi-Lapangan_Alert-Deforestasi-24-Juni-2026-Apical.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> pada tanggal 24 Juni 2026 untuk verifikasi awal <\/a> dan <a href=\"https:\/\/dsn.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Berita-Acara-Verifikasi-Lapangan_Alert-Deforestasi-7-Juli-2026-Wilmar.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> pada tanggal 7 Juli 2026 telah dilakukan verifikasi kembali <\/a> terhadap titik koordinat yang sama . <\/li><br \/>\n<br \/>\n<li> Berdasarkan hasil verifikasi lapangan, lokasi yang dilaporkan mengalami dugaan deforestasi merupakan Kebun Plasma salah satu perusahaan di sekitar areal PT BPN yang bekerja sama dengan Koperasi lain dari Desa Tepian Langsat. Hasil verifikasi Titik koordinat tersebut benar berada di dalam Ruang Plasma Koperasi Tepian Prima Sawit, yang memiliki Surat Keputusan No.\u202f525.26\/K.527\/HK\/IX\/2020 dengan luasan sekitar 347,31 ha. Penanaman Tanaman Kelapa Sawit di Koperasi Tepian Prima Sawit (Kop. TPS) telah selesai pada tahun 2014, dan seluruh areal Plasma Kop TPS telah dilakukan konversi atas kelapa sawit yang telah tertanam. <\/li><br \/>\n<br \/>\n<li> Melanjutkan hasil verifikasi, DSNG melalui PT BPN telah mengirimkan surat <a href=\"https:\/\/dsn.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Surat-Klarifikasi-Dugaan-Deforestrasi-ke-APICAL.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> tanggapan resmi kepada PT APICAL <\/a> &amp; secara bersamaan <a href=\"https:\/\/dsn.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Surat-Klarifikasi-ke-Wilmar.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> tanggapan resmi kepada PT WILMAR <\/a> tanggal 7 Juli 2026 beserta lampiran berita acara hasil verifikasi lapangan sebelumnya yang telah dilakukan dan berkomitmen untuk tidak menerima TBS dari pemasok yang bersumber dari Kawasan hutan atau pembukaan areal HCV. <\/li><br \/>\n<\/ul><br \/>\n<br \/>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr class=\"row-6\">\n\t<td class=\"column-1\">03-Sep-25<\/td><td class=\"column-2\">PT PWP<br \/>\r\n<br \/>\r\n<\/td><td class=\"column-3\">Keluarga Besar Dahas Bolau, Kelurahan Tapin Bini meminta klarifikasi atas permintaan proses kemitraan plasma dengan PT Pilar Wanapersada (PWP)<\/td><td class=\"column-4\">DSNG menyampaikan verifikasi dan klarifikasi yang termuat dalam surat &amp; hasil pertemuan terhadap tanggapan DSNG yang ditaut di deskripsi proses\/kemajuan kasus di bawah ini<\/td><td class=\"column-5\">Bupati Lamandau, Kecamatan Lamandau, Kelurahan Tapin Bini,<br \/>\nKeluarga Dahas Bolau,<br \/>\nDesa Sekoban, Desa Bakonsu, Desa Suja, dan Desa Tamiang<br \/>\n<\/td><td class=\"column-6\">Areal Deklarasi masyarakat dalam HGU \u00b1337 ha (blok bukit bolau) sebagai kemitraan (merupakan area HCV-HCS)<\/td><td class=\"column-7\">On Progress<\/td><td class=\"column-8\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr class=\"row-7\">\n\t<td colspan=\"8\" class=\"column-1\"><b> Deskripsi Proses \/ Kemajuan Kasus:<\/b><br \/>\n<br><br \/>\n<ul><br \/>\n  <li> DSNG menerima pengaduan surat dari Keluarga Besar Dahas Bolau pada 3 September 2025 <a href=\"https:\/\/dsn.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/17.-2025.09-Surat-Pemberitahuan-Silaturahmi-Warga-Tapin-Bini-1.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> terkait permintaan kunjungan untuk meminta klarifikasi mengenai proses kemitraan plasma <\/a> dengan anak perusahaan DSNG yaitu PT Pilar Wanapersada (PT PWP). <\/li><br \/>\n  <li> DSNG menerima klarifikasi surat tersebut dengan mengadakan pertemuan antara Management PT PWP dan Keluarga Dahas Bolau pada 10 September 2025 dengan hasil penyampaian Keluarga Dahas Bolau sebagai berikut: <ol><br \/>\n      <li> Menuntut areal Konservasi Bukit Bolau dikeluarkan dari HGU PT Pilar Wanapersada <\/li><br \/>\n      <li> Menuntut plasma\/kemitraan untuk Masyarakat Tapin Bini, khususnya keluarga besar keturunan Dahas Bolau, yang lahannya masuk dalam HGU PT Pilar Wanapersada <\/li><br \/>\n    <\/ol><br \/>\n  <\/li><br \/>\n  <li> DSNG melalui management PT PWP menindaklanjuti mengadakan rapat dengan Masyarakat Dahas Bolau pada 24 September 2025 dengan hasil pertemuan yaitu: <ol><br \/>\n      <li> PT PWP bersedia melakukan kemitraan dengan Masyarakat keturunan Dahas Bolau <\/li><br \/>\n      <li> Masyarakat keturunan Dahas Bolau setuju untuk bekerja sama\/menerima kemitraan dengan PT PWP <\/li><br \/>\n      <li> Masyarakat menyetujui proses sesuai prosedur Perusahaan dan bersedia mendampingi <\/li><br \/>\n    <\/ol><br \/>\n  <\/li><br \/>\n  <li> Berdasarkan kondisi pertemuan PT PWP dengan Perwakilan Keluarga Dahas Bolau, DSNG mengirimkan email ke RSPO pada 18 oktober 2025 <a href=\"https:\/\/dsn.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/1.-DSNG-Mail-to-RSPO-18-Oktober-2025-Request-to-Land-Clearing-Palm-Oil-Planting-from-Dahas-Bolau-Family-on-Tapin-Bini-Village.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> dengan penjelasan bahwa pada 16 Oktober 2025, DSNG melalui PT PWP telah menerima surat dari Perwakilan Keluarga Dahas Bolau Desa Tapin Bini <\/a> mengenai permintaan untuk membuka kebun di Blok Bukit Bolau PT PWP. <\/li><br \/>\n  <li> Pada 18 November 2025, pihak PT PWP bersama keluarga Dahas Bulao mengadakan pertemuan dengan Bupati Lamandau, menyampaikan agenda yaitu: <ol><br \/>\n      <li> Pihak perusahaan menyampaikan progres kemitraan hingga saat ini, diantaranya update Badan hukum koperasi telah diselesaikan, termasuk pengurusan AHU dan NIK serta Nomor Induk Berusaha (NIB) masih progres. <\/li><br \/>\n      <li> Melakukan rencana asesmen HCV-HCS pada 26 November 2025 hingga 10 Desember 2025 yang akan melibatkan team dari RSPO. Hal ini dilakukan karena PT PWP merupakan anggota RSPO dan areal Dahas Bulou sudah terdaftar sebagai areal konservasi (HCV\/HCS) di RSPO. <\/li><br \/>\n    <\/ol><br \/>\n  <\/li><br \/>\n  <li> RSPO mengirimkan respon email pada 30 November 2025 <a href=\"https:\/\/dsn.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/DSNG-Mail-RSPO-Repply-301125-Request-to-Land-Clearing-Palm-Oil-Planting-from-Dahas-Bolau-Family-on-Tapin-Bini-Village.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> atas respon DSNG pada 18 Oktober 2025 dan hasil diskusi pada 19 November 2025 yang berisi bahwa RSPO memahami concern serta situasi terkini yang dihadapi pada salah satu unit kebun yang telah tersertifikasi RSPO <\/a> , yaitu PT PWP yang terdapat dorongan dari masyarakat lokal, khususnya masyarakat adat untuk membuka sebagian area HCV yang telah ditetapkan oleh perusahaan sebagai penanaman kelapa sawit. <\/li><br \/>\n  <li> Menindaklanjuti hasil meeting dan respon email RSPO sebelumnya, DSNG merespon dengan mengirimkan email pada 5 Desember 2025 <a href=\"https:\/\/dsn.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/2.-DSNG-Mail-to-RSPO-5-Desember-2025-Request-to-Land-Clearing-Palm-Oil-Planting-from-Dahas-Bolau-Family-on-Tapin-Bini-Village.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> untuk menyampaikan Proposal Permohonan untuk Masyarakat Tapin Bini di PT PWP<\/a>, berisi: <ol><br \/>\n      <li> Masyarakat Tapin Bini membuka areal yang teridentifikasi kawasan Dahas Bolau sebagai HCV yang menjelaskan sejarah kepemilikan tanah oleh Komunitas Dahas Bolau, keturunan Suku Dayak Tomun yang tinggal di Tapin Bini. <\/li><br \/>\n      <li> Risiko lingkungan, sosial, dan reputasi yang ditimbulkan oleh permintaan komunitas untuk area HCV. <\/li><br \/>\n      <li> DSNG berharap RSPO dapat meninjau proposal ini dan memberikan rekomendasi serta keputusan yang dapat menjadi solusi untuk masalah ini. <\/li><br \/>\n    <\/ol><br \/>\n  <\/li><br \/>\n  <li> Selanjutnya, PT PWP berkolaborasi dengan konsultan Ecotrop melakukan kajian Land Tenure Study dan HCV - HCS Assessment di areal PT PWP dan pada 18 Februari 2025, Ecotrop menyampaikan hasil kajian tersebut berupa: <ol><br \/>\n      <li> Perwakilan keluarga Dahas Bolau menyampaikan hingga saat ini belum menerima hasil kajian secara resmi. Hal ini dikarenakan luas areal yang dinyatakan sebagai Non HCV\u2013HCS hanya sekitar \u00b191 ha, sementara pihak keluarga mengajukan permintaan sekitar \u00b1200 ha, atau setara 20% dari total 984 ha areal planted kebun inti PWP di Desa Tapin Bini. <\/li><br \/>\n      <li> Seiring dengan kondisi tersebut, muncul wacana dari pihak keluarga untuk melakukan beberapa langkah, antara lain aksi demonstrasi ke kantor besar PT PWP dengan tuntutan pemenuhan plasma sebesar 20% dan rencana penarikan lahan dari Dahas Bolau untuk dimitrakan dengan pihak lain. <\/li><br \/>\n    <\/ol><br \/>\n  <\/li><br \/>\n  <li> Pada 26 Februari 2026, Masyarakat Kelurahan Tapin Bini kembali menggelar musyawarah untuk menyampaikan tuntutan realisasi kebun plasma kepada PT Pilar Wanapersada dengan hasil sebagai berikut: <ol><br \/>\n      <li> Masyarakat Kelurahan Tapin Bini menuntut realisasi kebun plasma sebesar 20% dari kebun inti yang telah dikelola oleh PT Pilar Wanapersada. <\/li><br \/>\n      <li> Pihak PT Pilar Wanapersada menyatakan kesediaan untuk Menggarap potensi lahan dari Dahas Bolau - Sungai Lamandau seluas \u00b1500 ha. Namun demikian, perusahaan menolak pemberian plasma sebesar 20% dari areal di dalam HGU yang saat ini telah dikelola. <\/li><br \/>\n      <li> Hingga saat ini, masyarakat belum menerima tawaran tersebut dan tetap meminta pemenuhan plasma 20% dari lahan yang dikelola. Sebagai tindak lanjut, masyarakat berencana membentuk tim khusus untuk melakukan negosiasi dengan PT Pilar Wanapersada. <\/li><br \/>\n    <\/ol><br \/>\n  <\/li><br \/>\n  <li> Atas hasil musyawarah pada 26 Februari 2026, Masyarakat Kelurahan Tapin Bini melanjutkan dengan mengadakan Permohonan Aksi Damai pada 7 Maret 2026 <a href=\"https:\/\/dsn.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/25.-Permohonan-Pengamanan-Aksi-Damai-Masyarakat-Tapin-Bini-07-Maret-2026.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> yang berisi beberapa tuntutan kepada PT PWP <\/a> diantaranya: <ol><br \/>\n      <li> Menuntut realisasi 20% dari lahan potensi Kelurahan Tapin Bini yang telah dikelola oleh PT PWP sejak tahun 2009. <\/li><br \/>\n      <li> Menuntut dilakukannya pengukuran ulang terhadap seluruh lahan potensi Kelurahan Tapin Bini yang telah digarap oleh PT PWP sejak tahun 2009. Proses pengukuran tersebut diminta melibatkan: <ol><br \/>\n          <li>Tim pengukur dari Pemerintah Daerah Kabupaten Lamandau <\/li><br \/>\n          <li>Tim pengukur dari PT PWP <\/li><br \/>\n          <li> Tim pengukur independen yang mewakili masyarakat Kelurahan Tapin Bini. <\/li><br \/>\n        <\/ol><br \/>\n    <\/ol><br \/>\n  <\/li><br \/>\n  <li> Menindaklanjuti email DSNG pada 18 Oktober dan proposal pada 5 Desember 2025 ke RSPO serta permintaan hasil Masyarakat Keluarga Dahas Bolau Kelurahan Tapin Bini kepada PT PWP yang memberikan tenggat waktu hingga 30 Maret 2026, pada 10 Maret 2026 <a href=\"https:\/\/dsn.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/DSNG-Mail-100326-Tindak-Lanjut-Permintaan-Masyarakat-Keluarga-Dahas-Bolau-Kelurahan-Tapin-Bini-Kepada-PT-PWP-Untuk-Membuka-Perkebunan-Kelapa-Sawit.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> DSNG kembali mengirimkan surat ke RSPO <\/a> yang berisi informasi : <ol><br \/>\n      <li> Hasil Kajian Studi Land Tenure &amp; Re-Assessment HCV-HCS kepada Masyarakat Kelurahan Tapin Bini. <\/li><br \/>\n      <li> Hasil pertemuan Pemerintah Kabupaten Lamandau, Keluarga Dahas Bolau, masyarakat Kelurahan Tapin Bini, dan PT PWP selama 19 November 2025 - 7 Maret 2026. <br style=\"display:block;\">DSNG berharap untuk mendapatkan arahan dari RSPO mengenai perubahan HCV dan mengusulkan agar tim dari RSPO untuk dapat meninjau ke lapangan agar memperoleh informasi dan fakta secara langsung. <\/li><br \/>\n    <\/ol><br \/>\n  <\/ol><br \/>\n  <\/li><br \/>\n  <li> Pada 10 Maret 2026, <a href=\"https:\/\/dsn.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/DSNG-Mail_Repply-RSPO-100326-Tindak-Lanjut-Permintaan-Masyarakat-Keluarga-Dahas-Bolau-Kelurahan-Tapin-Bini-Kepada-PT-PWP-Untuk-Membuka-Perkebunan-Kelapa-Sawit.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> RSPO merespon email surat DSNG <\/a> yang berisi bahwa akan melakukan review internal dan mempelajari dokumen perkembangan sebelum memberikan tanggapan atas informasi terupdate. <\/li><br \/>\n  <li> Menindaklanjuti hasil Aksi Damai oleh Masyarakat, Pada 11 Maret 2026 <a href=\"https:\/\/dsn.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/27.-Surat-Bupati-Lamandau-Kepada-Pimpinan-RSPO-Tapin-Bini-11032026.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> Bupati Lamandau menyampaikan surat kepada pimpinan RSPO <\/a> yang memuat beberapa poin terkait kondisi masyarakat Dahas Bolau dan rencana pengembangan kebun plasma di wilayah Kelurahan Tapin Bini. Dalam surat tersebut disampaikan bahwa: <ol><br \/>\n      <li> Masyarakat Dahas Bolau telah tinggal secara turun-temurun di wilayah tersebut. <\/li><br \/>\n      <li> Kondisi ekonomi masyarakat masih terbatas dan sebagian besar belum memiliki penghasilan tetap. <\/li><br \/>\n      <li> Kelurahan Tapin Bini belum memperoleh kebun plasma dari perusahaan sekitar. <\/li><br \/>\n      <li> Areal plasma diusulkan dialokasikan dari lahan APL legal di Kelurahan Tapin Bini yang belum ditanami sawit dan belum memiliki kepemilikan perorangan. <\/li><br \/>\n    <\/ol><br \/>\n  <\/li><br \/>\n<\/ul><br \/>\n<p style=\"padding-left: 5rem;\">Berkaitan dengan hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Lamandau meminta dukungan serta pertimbangan dari RSPO agar aspirasi masyarakat Kelurahan Tapin Bini dapat diperhatikan dengan tetap mengedepankan prinsip-prinsip keberlanjutan, keseimbangan lingkungan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal. <\/p><br \/>\n<li> Sehubungan adanya permohonan mediasi oleh PT PWP dan Lurah Tapin Bini mengenai permasalahan yang ada, Pemerintah Lamandau mengadakan mediasi antara kedua belah pihak pada 31 Maret 2026, <a href=\"https:\/\/dsn.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/32.-31-Maret-2026-Berita-Acara-Kesepakatan-Antara-Manajemen-PT-PWP-dengan-Masyarakat-Tapin-Bini-mediasi-Pemerintah-Lamandau-1.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> menyepakati beberapa hal yang tertuang dalam Berita Acara Kesekatan<\/a>. Kesepakatan akan dilaksanakan mulai Bulan Juni 2026 dan perihal teknis akan didiskusikan dengan cara musyawarah dan mufakat periode berikutnya. <\/li><br \/>\n<li> DSNG mengirimkan email pada 9 April 2026 <a href=\"https:\/\/dsn.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/33.-DSNG-Mail-Update_Progres-Request-to-LC-Palm-Oil-Planting-from-Dahas-Bolau-Family-on-Tapin-Bini-Village.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> ke RSPO untuk menyampaikan perkembangan terbaru <\/a> terkait permintaan masyarakat Tapin Bini bahwa PT PWP meminta bantuan pemerintah daerah yang dalam hal ini  Bapak Lurah Tapin Bini dan Bupati Lamandau untuk melakukan proses mediasi antara PT PWP dengan perwakilan Masyarakat Tapin Bini. Pertemuan mediasi dilaksanakan pada 31 Maret 2026, yang menghasilkan beberapa kesepakatan yang dituangkan dalam Berita Acara pertemuan sebelumnya. <\/li><br \/>\n<li> Pada 17 April 2026, <a href=\"https:\/\/dsn.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/17042026_Surat-balasan-untuk-Bupati-Lamandau-1.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">  RSPO menyampaikan surat tanggapan atas Surat Bupati Lamandau <\/a>  dukungan terhadap aspirasi masyarakat Kelurahan Tapin Bini, Kecamatan Lamandau, termasuk keluarga Dahas Bolau, khususnya terkait rencana pengembangan kebun kelapa sawit pola kemitraan (plasma) yang pada prinsipnya menyambut baik inisiatif Pemerintah Kabupaten Lamandau dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan. <\/li><br \/>\n<li> Pada 12 Juni 2026, <a href=\"https:\/\/dsn.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/35.-12062026-RSPO-response-DSNG-Mail-Request-to-Land-Clearing-Palm-Oil-Planting-from-Dahas-Bolau-Family-on-Tapin-Bini-Village-1.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> akhirnya RSPO menyampaikan surat tanggapan atas permintaan surat DSNG <\/a> terhadap usulan masyarakat Kelurahan Tapin Bini terhadap penambahan areal plasma. Secara ringkas bahwa Sekretariat RSPO memandang krusial bagi perusahaan untuk tetap menjaga kawasan yang telah teridentifikasi sebagai HCV dan\/atau HCS, serta mengelolanya sesuai dengan tujuan konservasi yang mengacu pada standar RSPO yang berlaku. Sehubungan dengan hal tersebut, Sekretariat RSPO menyarankan agar PT PWP dapat menganalisis kembali program pengembangan plasma pada area alternatif yang diantaranya: <ol><br \/>\n     <li> Tidak teridentifikasi sebagai kawasan HCV maupun HCS, dan jika memungkinkan, diarahkan pada area di luar konsesi PT PWP. <\/li><br \/>\n      <li> Memenuhi ketentuan hukum yang berlaku, persyaratan sosial dan lingkungan yang relevan, serta selaras dengan hasil kajian teknis dan rekomendasi yang ada. <\/li><br \/>\n      <li> Ditetapkan melalui proses pengambilan keputusan yang mengedepankan prinsip Free, Prior and Informed Consent (FPIC). <\/li><br \/>\n    <\/ol><br \/>\n  <\/li><br \/>\n<br \/>\n  <li> Pada 17 April 2026, Bupati Lamandau menerbitkan Keputusan terkait Penetapan Calon Lahan Bagi Anggota Koperasi Dahas Bolau Sejahtera Pada Kegiatan Fasilitasi Pembangunan Kebun Masyarakat Sekitar oleh PT PWP seluas 200 ha untuk dikelola oleh Koperasi. <\/li><br \/>\n <li> Menindaklanjuti Keputusan Bupati Lamandau pada 17 April 2026, DSNG melalui PT PWP melepas sebagian area HGU-nya (melakukan enclave) untuk memenuhi permintaan Bupati terkait penyediaan kebun masyarakat. Proses *enclave* tersebut diawali dengan pemetaan yang rampung pada tanggal 26 Juni 2026, dan keputusan *enclave* HGU ditetapkan secara final pada 10 Juli 2026. <\/li><br \/>\n<li> Sebagai bagian dari komitmen jangka panjang, Langkah selanjutnya DSNG melalui PT PWP dan Masyarakat Kelurahan Tapin Bini menyusun Nota Kesepahaman (MoU) mengenai kerja sama dalam pengelolaan sisa area konservasi di dalam kawasan Bukit Bolau PT PWP. Kesepakatan ini diharapkan dapat memastikan pengelolaan perkebunan masyarakat berjalan selaras dengan upaya perlindungan kawasan bernilai konservasi tinggi, sekaligus memperkuat hubungan kemitraan yang berkelanjutan antara perusahaan, masyarakat, dan pemerintah. <\/li><br \/>\n<li> Menindaklanjuti surat RSPO pada 12 Juni 2026, DSNG menyampaikan perkembangan terbaru terkait permohonan Masyarakat Tapin Bini, sejak kami menerima tanggapan RSPO tertanggal 12 Juni 2026 atas data dan informasi yang kami sampaikan pada 15 April 2026. Secara detail informasi perkembangan terkini mengenai permohonan Masyarakat Tapin Bini terkait pengakuan hak tenurial, hak penguasaan secara adat, dan klaim warisan budaya mereka atas kawasan di Blok Bukit Bolau PT PWP terlampir pada surat <a href=\"https:\/\/dsn.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/36.-DSNG-Mail-to-RSPO-Update-Request-to-Land-Clearing-Palm-Oil-Planting-from-Dahas-Bolau-Family-on-Tapin-Bini-Village.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">   kepada RSPO pada 11 Agustus 2026 <\/a>. <\/li><br \/>\n  <br \/>\n<\/ul><br \/>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr class=\"row-8\">\n\t<td class=\"column-1\">11-Feb-26<\/td><td class=\"column-2\">PT BAS<\/td><td class=\"column-3\">Sinar Mas meminta klarifikasi atas pemberitaan terkait dugaan tumpang tindih lahan antara PT Bima Agri Sawit (PT BAS) dan 11 kelompok tani di Karangan, Kutai Timur<\/td><td class=\"column-4\">DSNG menyampaikan klarifikasi melalui surat tertanggal 23 Februari 2026 yang menjelaskan bahwa klaim tumpang tindih memang pernah terjadi, telah dilakukan Ganti Rugi Tanam Tumbuh (GRTT), mediasi, dan penyelesaian jalur hukum hingga diperoleh putusan inkrach dari pengadilan (PN Sangatta No. 56\/Pdt.G\/2018\/PN Sgt dan PT Samarinda No. 134\/Pdt\/2019\/PT.SMR)<\/td><td class=\"column-5\">Sinar Mas (melalui Ibu Ayu Rizkiyani)<\/td><td class=\"column-6\">N\/A<\/td><td class=\"column-7\">Selesai <br \/>\n<br \/>\nSurat Tanggapan pada 23 Februari 2026<\/td><td class=\"column-8\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr class=\"row-9\">\n\t<td colspan=\"8\" class=\"column-1\"><b> Deskripsi Proses \/ Kemajuan Kasus:<\/b><br><br \/>\n<ul><br \/>\n<li> DSNG menerima grievance dari Sinar Mas pada 11 Februari 2026 terkait pemberitaan yang diterbitkan di <a href=\"https:\/\/kaltimpost.jawapos.com\/kutai-timur\/2387151213\/konflik-agraria-melibatkan-11-kelompok-tani-dan-pt-bas-di-karangan-tak-kunjung-selesai \">https:\/\/kaltimpost.jawapos.com\/kutai-timur\/2387151213\/konflik-agraria-melibatkan-11-kelompok-tani-dan-pt-bas-di-karangan-tak-kunjung-selesai<\/a> pada 4 Februari 2026 mengenai dugaan tumpang tindih lahan antara PT BAS dan 11 kelompok tani. <\/li><br \/>\n<li> DSNG menyampaikan klarifikasi melalui <a href=\"https:\/\/dsn.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Surat-Tanggapan-Grievance-Sinar-Mas.pdf\" target=\"\"_blank\"\" rel=\"\"noopener\"\">  surat tertanggal 23 Februari 2026 <\/a> yang menjelaskan bahwa:<br \/>\n<ol><br \/>\n<li> Klaim tumpang tindih lahan tersebut memang pernah terjadi sejak tahun 2017 di masa kepemilikan PT BAS sebelum diambil alih dan masih berlangsung hingga diakuisisi oleh DSN Group. <\/li><br \/>\n<li> Telah dilakukan Ganti Rugi Tanam Tumbuh (GRTT) kepada anggota kelompok sesuai mekanisme dan legalitas yang berlaku. <\/li><br \/>\n<li> Penyelesaian telah ditempuh melalui proses mediasi dan jalur hukum sesuai peraturan yang berlaku. <\/li><br \/>\n<li> Melalui proses hukum diperoleh keputusan pengadilan sebagai berikut:<br \/>\n<ul><br \/>\n<li> Putusan Pengadilan Negeri Sangatta Nomor 56\/Pdt.G\/2018\/PN Sgt tanggal 28 Juni 2019 yang menyatakan gugatan tidak dapat diterima. <\/li><br \/>\n<li> Putusan Pengadilan Tinggi Samarinda Nomor 134\/Pdt\/2019\/PT.SMR tanggal 19 November 2019 yang menguatkan putusan tersebut. <\/li><br \/>\n<\/ul> <\/li><br \/>\n<li> Tidak terdapat upaya hukum lanjutan sehingga putusan berkekuatan hukum tetap (Inkrach). PT BAS menghormati dan mematuhi sepenuhnya putusan tersebut. <\/li><br \/>\n <\/ol> <\/ul><br \/>\n<br \/>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr class=\"row-10\">\n\t<td class=\"column-1\">25-Nov-24<\/td><td class=\"column-2\">PT PSA &amp; PT DPS<\/td><td class=\"column-3\">Tim penulis studi ilmiah \u201cMasalah Transisi Berkeadilan untuk Pemenuhan Hak Asasi Manusia, Demokrasi Ketenagakerjaan dan Konstitusi Ekologis di Kabupaten Sanggau dan Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat\u201d meminta klarifikasi\/sanggahan berdasarkan hasil studi tersebut.<br \/>\n<br \/>\n<\/td><td class=\"column-4\">DSNG menyampaikan verifikasi dan klarifikasi yang termuat dalam surat tanggapan DSNG yang ditaut di deskripsi proses\/kemajuan kasus di bawah ini<\/td><td class=\"column-5\">Angga, A.Md.<br \/>\nIgnasius Priyanto S.Sos<br \/>\nStepanus Robin, A.Md.<br \/>\nDunasta, S.H.<br \/>\nBobpi Kaliyono, S.H.<br \/>\nNorman Jiwan<\/td><td class=\"column-6\">N\/A<\/td><td class=\"column-7\">Selesai<br \/>\n<br \/>\nPertemuan dengan pemerintah daerah Sintang dan WALHI pada 13 Januari 2025\"<\/td><td class=\"column-8\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr class=\"row-11\">\n\t<td colspan=\"8\" class=\"column-1\"><b>Deskripsi Proses \/ Kemajuan Kasus:<\/b><br><br \/>\n<ul><br \/>\n<li>Pada 25 November 2024, DSNG menerima sebuah <a href=\"\/\/dsn.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Hasil-Penelitian-Buruh-Perkebunan-Kelapa-Sawit-di-Kalbar_Desember-2023.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> Laporan Penelitian dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), Kalimantan Barat<\/a> yang telah dilakukan pada tahun 2023 berisi permintaan klarifikasi\/sanggahan atas hasil studi mengenai PT Prima Sawit Andalan (PSA) dan PT Dharma Persada Sejahtera (DPS). Hasil studi ini menyoroti:<br \/>\n<ol><br \/>\n<li>PT DPS dan PT PSA diduga melakukan pembiaran, pengabaian, dan pelanggaran hak-hak buruh dan hukum ketenagakerjaan, khususnya terkait standar ketenagakerjaan RSPO Prinsip 6 tentang Menghormati Hak Pekerja dan Kondisi Kerja, yang bertujuan melindungi hak pekerja dan memastikan kondisi kerja yang aman dan layak. <\/li><br \/>\n<li> Konflik Lahan dan GRTT mengenai tumpang tindih wilayah adat dengan konsesi HGU PT DPS dan PT PSA yang dinilai dikelola tanpa persetujuan (FPIC), tanpa penyerahan, dan tanpa ganti rugi. <\/li><br \/>\n<\/ol><br \/>\n<li>DSNG menanggapi permintaan tersebut dengan melakukan pertemuan dengan Pemerintah daerah Sintang dan WALHI pada 13 Januari 2025 yang dinyatakan dalam <a href=\"https:\/\/dsn.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Berita-Acara-Pertemuan-Pemda-Sintang-PT-PSA-PT-DPS-dan-WALHI-13-Januari-2025.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> Berita Acara Hasil Sinkronisasi dan Evaluasi <\/a> Hasil Penelitian WALHI. <\/li> <ul><br \/>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr class=\"row-12\">\n\t<td class=\"column-1\">12-Feb-24<br \/>\n<br \/>\n<\/td><td class=\"column-2\">PT PWP<br \/>\n<br \/>\n<\/td><td class=\"column-3\">Tim penulis studi ilmiah \u201cKerusakan Habitat dan Sistem Ekologi Hayati serta Pemenuhan Komitmen NDPE Perusahaan Dharma Satya Nusantara Group pada Study Area PT Pilar Wana Persada\u201d meminta klarifikasi\/sanggahan sebelum hasil studi tersebut sebagaimana disampaikan akan dipublikasikan ke jurnal ilmiah<br \/>\n<br \/>\n<\/td><td class=\"column-4\">DSNG menyampaikan verifikasi dan klarifikasi yang termuat dalam surat tanggapan DSNG yang ditaut di deskripsi proses\/kemajuan kasus di bawah ini <\/td><td class=\"column-5\">Firdaus Pajar, SH<br \/>\nYesaya, S.T, M.M, M.Ikom<br \/>\nMuhamat Hidayat<br \/>\nIntan Yulianti S.Ap<\/td><td class=\"column-6\">N\/A<\/td><td class=\"column-7\">Selesai<br \/>\n<br \/>\nSurat Tanggapan pada 19 Desember 2024<\/td><td class=\"column-8\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr class=\"row-13\">\n\t<td colspan=\"8\" class=\"column-1\"><b>Deskripsi Proses \/ Kemajuan Kasus:<\/b><br><br \/>\n<ul><br \/>\n<li>Pada 12 Februari 2024 DSNG menerima email melalui info@dsngroup.co.id berisi permintaan klarifikasi\/sanggahan atas <a href=\"https:\/\/www.dsn.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Mail-1_2_Att_Hasil-studi.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">hasil study<\/a> mengenai PT Pilar Wanapersana (PT PWP). Hasil studi ini menyoroti:<br \/>\n<ol><br \/>\n<li>Keterlibatan PT PWP dalam tindakan pembunuhan orangutan dan owa, dengan mempekerjakan penduduk lokal (2010-2015)<\/li><br \/>\n<li>Kegiatan Perusahaan yang menyebabkan rusaknya sistem sungai, mengeringnya permukaan air tanah di dalam areal HGU, hingga polusi udara dan kebisingan. <\/li><br \/>\n<li>Ketidakpatuhan terhadap kebijakan NDPE sehubungan dengan pemantauan pemenuhan hak-hak dasar pekerja di seluruh rantai pasok dan oleh kontraktor.<\/li><br \/>\n<li>Ketidakpatuhan terhadap kebijakan NDPE dalam hal memastikan bahwa tidak ada deforestasi yang terkait dengan TBS yang dibeli oleh perusahaan.<\/li><br \/>\n<\/ol><br \/>\n<\/li><br \/>\n<li>DSNG menanggapi permintaan tersebut dengan <a href=\"https:\/\/dsn.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Mail-3_Att_Klarifikasi_PT-PWP_-atas-karya-tulis_Sdr.-Yosafat_FIN-1.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">surat tanggapan dan klarifikasi<\/a> pada 19 Februari 2024, serta undangan untuk melakukan dialog. <\/li><br \/>\n<li>Pada 24-25 Februari 2024, perwakilan DSNG menemui pengirim keluhan dan berdialog mengenai latar belakang dan tujuan pembuatan studi ilmiah tersebut. <\/li><br \/>\n<li>DSNG mengirimkan permohonan pengunggahan karya tulis beserta pencantuman nama tim penulis ke sistem Grievance pada 15 Maret 2023, dan ditanggapi oleh ketua tim penulis karya ilmiah dengan memberikan izin pada 18 Maret 2024 dengan konfirmasi melalui <a href=\"https:\/\/dsn.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Mail-8_Att_SURAT-KE-DSN.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">surat pernyataan<\/a> pada 26 Maret 2024. Di dalam surat yang sama ketua tim penulis mempertanyakan mekanisme keluhan yang dianggap tidak berjalan.<\/li><br \/>\n<li> DSNG mengirimkan <a href=\"https:\/\/dsn.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Mail-9_Att_Surat-respon-ke-Yesaya-re-penyampaian-terima-kasih_05.IV_.2024.CSO_-1.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">surat balasan<\/a> pernyataan terima kasih atas ijin yang diberikan oleh ketua tim penulis pada 8 April 2024, menjelaskan mekanisme keluhan, dan menginformasikan data-data terkait HCV serta kinerja keberlanjutan DSNG yang dapat diakses melalui situs RSPO, &amp;Green, maupun domain publik lainnya. DSNG berharap tim penulis dapat menggunakan informasi-informasi yang sudah diverifikasi oleh lembaga yang terakreditasi tersebut ke dalam karya ilmiahnya.<\/li><br \/>\n<li> Ketua tim penulis tidak menjawab email secara resmi, dan mengirimkan chat melalui whatsapp ke CSR Head Region Kalbar, mengabarkan akan menyampaikan keluhan ke SRI-Kehati.<\/li><br \/>\n<li> Ketua tim penulis mengirimkan <a href=\"https:\/\/dsn.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Surat-Keluar-Tanggapan-Ke-DSN-04-1-2.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">surat tanggapan<\/a> pada 16 April 2024, menanggapi permintaan rincian informasi yang diminta oleh DSNG dengan pertukaran rincian data. Penulis juga mengirimkan dugaan-dugaan pelanggaran NDPE berupa deforestasi dan pelanggaran hak tenaga kerja oleh kontraktor PT PWP. Setelah diverifikasi lebih lanjut, pembukaan lahan yang dimaksud berada di luar HGU PT PWP, dan DSNG menjelaskan mekanisme kepatuhan kontraktor yang berlaku. Surat ini <a href=\"https:\/\/dsn.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Surat-Tanggapan-Yesaya-04-GA-Pribadi-DSN-I-2024_07.V.2024.CSO-Annex-5.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ditanggapi oleh DSNG<\/a> pada 6 Mei 2024.<\/li><br \/>\n<li> Ketua tim penulis mengirimkan kembali <a href=\"https:\/\/dsn.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Surat-Keluar-Tanggapan-Bpk-Yesaya-8-Mei-2024-05GAPribadi.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">surat tanggapan<\/a> pada 8 Mei 2024, dengan memberikan verifikasi yang dilakukan oleh DSN terkait pembiaran objek dugaan deforestasi dan pelanggaran hak tenaga kerja oleh PT PWP dari data di domain ISPO maupun RSPO. Di dalam surat yang sama ketua tim penulis menyampaikan agar dilakukan perbaikan mendasar terhadap prinsip CGG (Good Corporation Government) dan penerapan kewajibannya kepada mantan karyawan.<\/li><br \/>\n<li> DSNG mengirimkan <a href=\"https:\/\/dsn.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Surat-Balasan-DSNG-ke-Bpk-Yesaya-11-Juli-2024.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">surat balasan<\/a> pernyataan terima kasih atas informasi yang diberikan oleh ketua tim penulis pada 12 Juli 2024, menjelaskan bahwa DSNG telah melakukan verifikasi dan penyelidikan lebih lanjut terhadap hal-hal yang sudah dilaporkan. Pada tanggal 18 Juli 2024, Ketua tim penulis menanggapi dengan mengirimkan <a href=\"https:\/\/dsn.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Surat-Keluar-tanggapan-Bpk-Yesaya-18-Juli-2024.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">surat balasan<\/a> tertanggal 17 Mei 2024 untuk meminta klarifikasi adanya perbedaan titik koordinat deforestasi di PT PWP dan bentuk intimidasi yang telah diterima.<\/li><br \/>\n<li> DSNG menanggapi dengan mengirimkan <a href=\"https:\/\/dsn.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Surat-Balasan-DSNG-ke-Bpk-Yesaya-09.CSO_.VII_.2024_26-Juli-2024.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">surat balasan<\/a> pada 26 Juli 2024, menyatakan bahwa lokasi dugaan deforestasi tersebut berada di luar Hak Guna Usaha (HGU) PT PWP dan Konsesi Kemitraan Koperasi Lamanku Sukses Bersama. Terkait dengan laporan penulis mengenai adanya intimidasi, DSNG menegaskan kebijakan perusahaan yang tidak menoleransi segala bentuk intimidasi dan menyampaikan bahwa penulis dapat mengajukan laporan kepada pihak yang berwenang bila ada pihak yang melakukan intimidasi pada penulis.<\/li><br \/>\n<li> Surat tanggapan dari DSNG <a href=\"https:\/\/dsn.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Mail-17_Att_02-p-Q1.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">dibalas oleh Ketua Tim<\/a> pada tanggal 1 Agustus 2024, yang menyoroti ketidaksesuaian antara koordinat deforestasi yang dilaporkan dan yang diverifikasi di PT PWP, pelaporan penulis kepada RSPO tentang pelanggaran-pelanggaran kebijakan NDPE termasuk pembukaan lahan di daerah sempadan sungai, dan intimidasi yang diterima oleh anggota tim peneliti, yang kemudian dilaporkan oleh tim tersebut kepada pemerintah Jerman dan Belanda. Surat tersebut juga menyatakan bahwa hasil penelitian tersebut akan dipresentasikan pada konferensi ilmiah di Norwegia dan penelitian tersebut juga akan diterbitkan dalam jurnal atau makalah pada tanggal 25 Desember 2024, dengan tenggat waktu revisi pada tanggal 5 Agustus 2024.<\/li><br \/>\n<li> DSNG <a href=\"https:\/\/dsn.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Mail-18_Surat-Tanggapan-Yesaya_011.CSO_.VIII_.2024.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> menanggapi surat tersebut<\/a> pada tanggal 26 Agustus 2024. Dalam surat tersebut, DSNG menyampaikan penjelasan atas perbedaan koordinat yang disampaikan dengan melakukan pengukuran ulang menggunakan dua alat dengan satuan yang berbeda, yaitu UTM DD (decimal degree) dan UTM DMS (degree, minute, second) di lokasi yang dimaksud. Selain itu, DSNG juga mempersilahkan para peneliti untuk datang langsung ke lokasi untuk melakukan pengukuran ulang, jika masih ragu dengan hasil klarifikasi ini. Terkait dengan kebijakan NDPE dan pembukaan lahan di daerah sempadan sungai, DSNG telah melakukan prosedur kompensasi yang telah dilaporkan dan disetujui oleh RSPO. DSNG juga memverifikasi bahwa sungai-sungai di sekitar pabrik kelapa sawit tidak mengalami kekeringan. Selain itu, DSNG menolak tuduhan intimidasi dan menegaskan bahwa tidak ada pelanggaran. DSNG juga mendukung keterbukaan informasi yang bertanggung jawab dan menghormati hak-hak para peneliti untuk mempublikasikan karya tulis mereka sesuai dengan prosedur akademis.<\/li><br \/>\n<li> Pada tanggal 20 September 2024, <a href=\"https:\/\/dsn.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Mail-19_Att_03-P-Q1-C-20-September-2024.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ketua Tim Penulis mengirimkan surat selanjutnya<\/a>. Ketua Tim Penulis menerima undangan untuk pengukuran ulang, sekaligus meminta pengukuran untuk 86 titik yang lain. Ketua Tim Penulis juga menolak verifikasi sungai yang dilakukan dengan alasan tidak ada jaminan terkait kondisi debit air selama musim kemarau sebagai bagian dari pengukuran. Selain itu, diberitahukan bahwa Tim sedang merencanakan penelitian mendalam tentang Dharma Satya Nusantara Group, meliputi berbagai aspek seperti manajemen krisis, CSR, analisis keuangan, dan budaya kerja, yang akan disusun berdasarkan metode ilmiah, dan meminta laporan resmi hasil investigasi perusahaan terkait intimidasi yang dialami. <\/li><br \/>\n<li> DSNG <a href=\"https:\/\/dsn.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Mail-20_Surat-Tanggapan-Yesaya_012.CSO_.X.2024-16-Oktober.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">menanggapi surat tersebut pada 16 Oktober 2024<\/a>, menyampaikan hanya menyetujui proses verifikasi bersama untuk titik-titik koordinat yang sudah disampaikan dan menolak verifikasi pada tambahan 86 titik baru karena dianggap melampaui pokok permasalahan awal. DSNG mempersilakan cakupan penelitian yang lebih luas dan terbuka untuk melakukan dialog. <\/li><br \/>\n<li> <a href=\"https:\/\/dsn.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Mail-20_Att_04-P-Q1-F-A-22-Oktober-2024.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Surat tersebut dibalas oleh pihak Tim Peneliti<\/a> pada 22 Oktober 2024, menegaskan hak untuk mengukur 86 titik yang dipermasalahkan berdasarkan hukum HGU sebagai aset negara. Ia menyoroti intimidasi dan keterlibatan pihak tidak terkait yang mencederai prosedur, serta meminta klarifikasi dari penanggung jawab tertinggi (CEO atau Presiden Direktur). <\/li><br \/>\n<li> DSNG <a href=\"https:\/\/dsn.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Mail-21_Surat-Tanggapan-Yesaya_015.CSO_.XI_.2024-25-November.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">memberikan tanggapan pada 25 November 2024<\/a>, menegaskan bahwa verifikasi lapangan hanya akan dilakukan pada titik-titik koordinat awal yang telah disepakati untuk menjaga fokus dan efektivitas proses. Perusahaan menanggapi keluhan intimidasi dengan menyampaikan bahwa investigasi internal sedang berlangsung dan menyarankan pelaporan ke pihak berwenang. Terkait dugaan pencemaran sungai, perusahaan meminta rincian spesifik lokasi dan waktu kejadian untuk dapat melakukan analisis lebih lanjut. Perusahaan menghormati rencana penelitian yang lebih luas oleh penulis, namun menekankan perlunya informasi tambahan agar dapat mendukung proses tersebut. <\/li><br \/>\n<li> Ketua tim penulis <a href=\"https:\/\/dsn.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/05-DSN-CTTN-PWP-Surat-Balasan-Yesaya-27-Nov-2024.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> mengirimkan balasan surat<\/a> dengan menyatakan kekecewaannya terhadap ketidakprofesionalan perusahaan, terutama terkait komunikasi yang dianggap kurang terorganisir, seperti pengiriman email di luar jam kerja dan koordinasi yang kurang baik saat pertemuan dengan perwakilan perusahaan. Ia juga mengkonfirmasi bahwa verifikasi lapangan terhadap sungai sedang berlangsung dan menyoroti kurangnya perhatian perusahaan terhadap dampak sosial, ekonomi, dan kesehatan masyarakat Desa Liku yang terkena dampak dari aktivitas perusahaan, termasuk debu dari pengangkutan CPO. Ia juga mempertanyakan komitmen perusahaan terhadap tata kelola perusahaan yang baik (GCG) dan menyerukan agar ada proses komunikasi dan penyampaian data yang lebih formal. <\/li><br \/>\n<li> <a href=\"https:\/\/dsn.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Surat-Tanggapan-Yesaya_021.CSO_.XI_.2024.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> DSNG menjawab<\/a> dengan mengakui adanya pernyataan yang salah dalam surat sebelumnya mengenai lokasi pertemuan, dan mengklarifikasi bahwa pertemuan pada tanggal 24 Februari 2024 berlangsung di Hotel Figo, Banjarmasin, bukan di Palangkaraya. Perusahaan juga mencatat bahwa korespondensi terbaru tidak menyajikan fakta baru yang dapat membantu memperdalam diskusi. DSNG tetap membuka jalur komunikasi dan mengundang penyerahan informasi yang diperlukan, serta berharap agar peneliti tersebut sukses dalam penelitian dan kegiatan profesionalnya. <\/li><br \/>\n<li> Pada 9 Desember 2024, Ketua Tim Penulis <a href=\"https:\/\/dsn.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/6-DSNG-CSO-9-Desember-2024.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> mengirimkan balasan<\/a>, yang kembali menyampaikan keluhan sebagaimana di awal, berisi temuan terkait kebijakan NDPE, HCV, dan pelanggaran oleh subkontraktor di PT PWP belum ditindaklanjuti secara memadai oleh DSNG. Temuan mencakup pencemaran Sungai Kampar yang diduga disebabkan oleh pabrik, pelanggaran batas HGU di Bukit Pedulangan, serta dugaan konflik manusia dengan orangutan yang melibatkan karyawan perusahaan. Selain itu, dilaporkan pelanggaran oleh subkontraktor terkait pembayaran di bawah UMR, penahanan gaji, pelanggaran aturan keselamatan kerja, dan perilaku berkendara yang membahayakan di Desa Liku. Ketua Tim Penulis menawarkan pendampingan investigasi dan menegaskan pentingnya penanganan oleh pihak yang kompeten. <\/li><br \/>\n<li> DSNG <a href=\"https:\/\/dsn.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Surat-Tanggapan-Yesaya-022.CSO_.XII_.2024.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> menanggapi surat tersebut<\/a> pada 19 Desember 2024, menyampaikan penghargaan terhadap perhatian yang disampaikan, namun DSNG menegaskan kembali bahwa karena laporan yang diberikan tidak dilengkapi detail memadai seperti waktu, tanggal, atau lokasi, maka pihak DSNG tidak dapat melakukan investigasi lebih lanjut. DSNG tetap membuka pintu komunikasi selebar-lebarnya bagi Tim Penulis untuk memberikan informasi yang rinci terkait seluruh laporan yang disampaikan. <\/li> <\/ul><br \/>\n<br \/>\n<br \/>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr class=\"row-14\">\n\t<td class=\"column-1\">22-Jan-24<br \/>\n<br \/>\n<\/td><td class=\"column-2\">PT DWT<\/td><td class=\"column-3\">Alert deforestasi di Estate Melenyu 4 PT DWT sejak 2018 oleh Earthworm Foundation (EF)<br \/>\n<br \/>\n<\/td><td class=\"column-4\">Area dibuka oleh masyarakat petani\/pekebun dari Dusun Long Belteq Desa Nehas Liah Bing untuk berladang<br \/>\n<br \/>\n<\/td><td class=\"column-5\">Golden Agri-Resoures (GAR)<br \/>\n<br \/>\n<\/td><td class=\"column-6\">49,14<br \/>\n<br \/>\n<\/td><td class=\"column-7\">Selesai<br \/>\n<br \/>\nSurat klarifikasi dikirim DSNG pada 23 Januari 2024, data tambahan yang diminta berupa hasil verifikasi lapangan dan form verifikasi alert deforestasi dikirim dan dinyatakan diterima pada 25 Januari 2024<\/td><td class=\"column-8\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr class=\"row-15\">\n\t<td colspan=\"8\" class=\"column-1\"><b>Deskripsi Proses \/ Kemajuan Kasus:<\/b><br><br \/>\n<ol><br \/>\n<li>Pada Tanggal 22 Januari 2024, DSNG mendapatkan email dari Ghina Syafira Shofia (perwakilan PT GAR) yang menanyakan indikasi deforestasi yang terjadi di PT Dewata Sawit Nusantara dari tahun 2018-2023 seluas 49,41 Ha.<\/li><br \/>\n<li>DSNG sudah melakukan verifikasi lapangan pada tanggal 23 September 2022 terhadap adanya alert deforestasi<\/li><br \/>\n<li>Surat klarifikasi dikirim tanggal 23 Februari 2023 kepada pengirim email dan dinyatakan diterima dengan ditambahkan bukti lapangan terbaru<\/li> <\/td>\n<\/tr>\n<tr class=\"row-16\">\n\t<td class=\"column-1\">8-Feb-23<br \/>\n<br \/>\n<\/td><td class=\"column-2\">PT PWP<br \/>\n<br \/>\n<\/td><td class=\"column-3\">Alert deforestasi pada dua titik di dalam konsesi PT PWP<br \/>\n<br \/>\n<\/td><td class=\"column-4\">- Titik pertama berada di dalam konsesi, pembukaan dilakukan oleh masyarakat untuk dijadikan ladang<br \/>\n- Titik kedua berada dalam bagian konsesi yang dalam proses pelepasan sebagian HGU karena perubahan RTRWP Kalimantan Tengah<br \/>\n<br \/>\n<\/td><td class=\"column-5\">Golden Agri-Resoures (GAR)<br \/>\n<br \/>\n<\/td><td class=\"column-6\">3,25<br \/>\n<br \/>\n<\/td><td class=\"column-7\">Selesai<br \/>\n<br \/>\nSurat klarifikasi dikirim tanggal 13 Februari 2023 <br \/>\n<\/td><td class=\"column-8\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr class=\"row-17\">\n\t<td colspan=\"8\" class=\"column-1\"><b>Deskripsi Proses \/ Kemajuan Kasus:<\/b><br><br \/>\n<ol><br \/>\n<li>1. Pada tanggal 8 Februari 2023 DSNG mendapatkan email dari Sinar Mas Agribusiness and Food yang menanyakan klarifikasi adanya indikasi deforestasi di dalam konsesi PT PWP pada periode Januari-Maret dan Juni-Agustus 2022 <\/li><br \/>\n<li>2. DSNG melakukan verifikasi lapangan pada 9 Februari 2023<\/li><br \/>\n<li>3. Surat klarifikasi dikirim tanggal 13 Februari 2023 kepada pengirim email dan dinyatakan diterima<\/li><\/ol><\/td>\n<\/tr>\n<tr class=\"row-18\">\n\t<td class=\"column-1\">31-Jan-23<br \/>\n<br \/>\n<\/td><td class=\"column-2\">PT DWT<br \/>\n<br \/>\n<\/td><td class=\"column-3\">Alert deforestasi di Estate Melenyu 4 PT DWT<br \/>\n<br \/>\n<\/td><td class=\"column-4\">Area dibuka oleh masyarakat petani\/pekebun dari Dusun Long Belteq Desa Nehas Liah Bing untuk berladang<\/td><td class=\"column-5\">Golden Agri-Resoures (GAR)<br \/>\n<br \/>\n<\/td><td class=\"column-6\">2<\/td><td class=\"column-7\">Selesai<br \/>\n<br \/>\n<br \/>\nSurat klarifikasi, laporan verifikasi lahan dan pernyataan kepala desa, dikirim pada 8 Februari 2023. DSNG melengkapi dengan pernyataan  tidak menerima TBS dari lahan yang dibuka pada 13 Februari 2023.<br \/>\n<\/td><td class=\"column-8\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr class=\"row-19\">\n\t<td colspan=\"8\" class=\"column-1\"><b>Deskripsi Proses \/ Kemajuan Kasus:<\/b><br><br \/>\n<ol><br \/>\n<li>Pada tanggal 31 Januari 2023 DSNG mendapatkan email dari GAR yang menanyakan klarifikasi adanya indikasi deforestasi di Estate Melenyu 4 PT DWT<\/li><br \/>\n<li>DSNG mengirimkan keterangan lengkap kepada GAR pada tanggal 1 Februari 2023, menjelaskan mengenai lahan yang sudah dibuka oleh masyarakat sejak kuartal keempat 2021 untuk permukiman dan penghidupan (bertani dan berladang), termasuk kronologi bahwa DSNG sedang dalam proses pencabutan status kawasan HCV area tersebut dengan RSPO, bersamaan dengan proses dialog dengan masyarakat. DSNG dan RSPO telah melakukan penilaian ulang kawasan HCV pada bulan Desember 2022 dan konsultasi publik pada bulan Februari 2023<\/li><br \/>\n<li>GAR membalas pada tanggal 2 Februari 2023, meminta laporan verifikasi lahan dan pernyataan kepala desa tentang pembukaan lahan, yang ditanggapi oleh DSNG pada tanggal 8 Februari 2023. <\/li><br \/>\n<li>Pada tanggal 13 Februari 2023, DSNG melengkapi laporan verifikasi dengan dokumen pernyataan tidak menerima TBS dari lahan yang dibuka.<\/li><br \/>\n<\/ol><br \/>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr class=\"row-20\">\n\t<td class=\"column-1\">5-Jan-23<br \/>\n<br \/>\n<\/td><td class=\"column-2\">PT PUL<br \/>\n<br \/>\n<\/td><td class=\"column-3\">Laporan dari TheTreeMap yang dimuat di https:\/\/nusantara-atlas.org menyatakan PT PUL sebagai salah satu perusahaan kelapa sawit yang melakukan deforestasi<br \/>\n<br \/>\n<\/td><td class=\"column-4\">DSNG tidak menemukan indikasi adanya deforestasi di dalam lokasi kadastral HGU PT PUL. Namun mendeteksi adanya pembukaan lahan di Blok B, yang sejak tahun 2015 tidak lagi menjadi bagian dari wilayah izin PT PUL.<br \/>\n<br \/>\n<\/td><td class=\"column-5\">TheTreeMap<br \/>\n<br \/>\n<\/td><td class=\"column-6\">Di luar area konsesi<br \/>\n<br \/>\n<\/td><td class=\"column-7\">Selesai<br \/>\n<br \/>\n<br \/>\nTheTreeMap mengkonfirmasi ulang bahwa area yang dimaksud berada di luar konsesi PT PUL dan mengubah laporan yang dibuatnya.<br \/>\n<\/td><td class=\"column-8\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr class=\"row-21\">\n\t<td colspan=\"8\" class=\"column-1\"><b>Deskripsi Proses \/ Kemajuan Kasus:<\/b><br><br \/>\n<ol><br \/>\n<li>Sebuah laporan berjudul \"Palm Oil deforestation in Indonesia levels off in 2022\" yang dipublikasikan dalam blog Nusantara Atlas pada tanggal 5 Januari menyatakan PT Putra Utama Lestari sebagai salah satu perusahaan yang telah melakukan deforestasi, seluas 83 Ha<\/li><br \/>\n<li>Menanggapi laporan ini, DSNG bersurat kepada TheTreeMap  (selaku pengelola blog Nusantara Atlas) pada tanggal 19 Januari 2023 yang menjelaskan bahwa DSNG telah melakukan klarifikasi dan verifikasi lapangan dan menyatakan tidak melakukan deforestasi, namun mendeteksi adanya pembukaan lahan di area yang dulunya merupakan bagian dari konsesi PT PUL<\/li><br \/>\n<li>Merespon surat DSNG, pihak TheTreeMap membalas pada tanggal 20 Januari 2023, dengan menyertakan tautan ke peta deforestasi yang mereka kembangkan cakupannya<\/li><br \/>\n<li>Menanggapi lebih lanjut, DSNG pada tanggal 27 Januari 2023 mengirimkan shapefile kadastral HGU PT PUL kepada TheTreeMap untuk menekankan bahwa posisi area yang dimaksud berada di luar HGU PT PUL<\/li><br \/>\n<li>Pada tanggal 31 Januari 2023 TheTreeMap menyatakan telah memeriksa data-data yang diberikan oleh DSNG dan mengubah laporannya<\/li><br \/>\n<\/ol><br \/>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr class=\"row-22\">\n\t<td class=\"column-1\">22-Jul-22<\/td><td class=\"column-2\">PT BAS<\/td><td class=\"column-3\">Alert deforestasi pada lokasi kebun pemasok dari PKS 10 - BAS (PT BAS)<\/td><td class=\"column-4\">Area tersebut merupakan area yang dibuka untuk kebun kemitraan dan sebelumnya telah dilakukan NPP<\/td><td class=\"column-5\">Golden Agri-Resoures (GAR)<\/td><td class=\"column-6\">8<\/td><td class=\"column-7\">Selesai <br \/>\n<br \/>\nSurat klarifikasi dikirim tanggal 27 Juli 2022<\/td><td class=\"column-8\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr class=\"row-23\">\n\t<td colspan=\"8\" class=\"column-1\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr class=\"row-24\">\n\t<td class=\"column-1\">19-Jul-22<br \/>\n<br \/>\n<\/td><td class=\"column-2\">PT PWP<br \/>\n<br \/>\n<\/td><td class=\"column-3\">Alert deforestasi pada lokasi kebun pemasok dari PKS 5 - PWP (KM)<\/td><td class=\"column-4\">Dilakukan verifikasi lapangan<br \/>\n<\/td><td class=\"column-5\">Golden Agri-Resoures (GAR)<br \/>\n<br \/>\n<\/td><td class=\"column-6\">Di luar area konsesi<\/td><td class=\"column-7\">Selesai<br \/>\n<br \/>\n<br \/>\nBA Verifikasi telah dikirim ke pihak Buyer pada September 2022<\/td><td class=\"column-8\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr class=\"row-25\">\n\t<td colspan=\"5\" class=\"column-1\"><\/td><td colspan=\"3\" class=\"column-6\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr class=\"row-26\">\n\t<td class=\"column-1\">19-Jul-22<br \/>\n<br \/>\n<\/td><td class=\"column-2\">PT PWP<\/td><td class=\"column-3\">Alert deforestasi pada lokasi kebun pemasok dari PKS 5 - PT PWP (KM)<\/td><td class=\"column-4\">Lokasi pembukaan lahan berada di luar konsesi PT PWP<\/td><td class=\"column-5\">Golden Agri-Resoures (GAR)<br \/>\n<br \/>\n<\/td><td class=\"column-6\">Di luar area konsesi<\/td><td class=\"column-7\">Selesai<br \/>\n<br \/>\nDua surat klarifikasi tanggal 31 Juli 2022 dan tanggal 29 Agustus 2022<\/td><td class=\"column-8\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr class=\"row-27\">\n\t<td colspan=\"6\" class=\"column-1\"><\/td><td colspan=\"2\" class=\"column-7\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr class=\"row-28\">\n\t<td class=\"column-1\">5-Jul-22<br \/>\n<br \/>\n<\/td><td class=\"column-2\">PT DWT<br \/>\n<\/td><td class=\"column-3\">Alert deforestasi pada lokasi kebun pemasok dari PKS 6 - DSN (PT DWT).<br \/>\n<br \/>\n<\/td><td class=\"column-4\">Dua titik berada di sempadan sungai, dibuka oleh masyarakat untuk berladang.<br \/>\n<br \/>\n<\/td><td class=\"column-5\">Golden Agri-Resoures (GAR)<br \/>\n<br \/>\n<\/td><td class=\"column-6\">Di luar area konsesi<\/td><td class=\"column-7\">Selesai<br \/>\n<br \/>\n<br \/>\nSurat Klarifikasi dikirim tanggal 01 Maret 2022 beserta BA Verifikasi Lapangan.<\/td><td class=\"column-8\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr class=\"row-29\">\n\t<td colspan=\"6\" class=\"column-1\"><\/td><td colspan=\"2\" class=\"column-7\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr class=\"row-30\">\n\t<td class=\"column-1\">2-Jul-22<br \/>\n<br \/>\n<\/td><td class=\"column-2\">PT BPN<br \/>\n<br \/>\n<\/td><td class=\"column-3\">Alert deforestasi pada lokasi kebun pemasok dari PKS 9 - PT BPN (PT NIKP)<br \/>\n<br \/>\n<\/td><td class=\"column-4\">Lokasi deforestasi berada di luar kebun pemasok PT BPN <br \/>\n<br \/>\n<\/td><td class=\"column-5\">Golden Agri-Resoures (GAR)<br \/>\n<br \/>\n<\/td><td class=\"column-6\">Di luar area konsesi<\/td><td class=\"column-7\">Selesai<br \/>\n<br \/>\n<br \/>\nSurat Klarifikasi tanggal 14 Juli 2022<br \/>\n<br \/>\n<\/td><td class=\"column-8\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr class=\"row-31\">\n\t<td colspan=\"8\" class=\"column-1\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr class=\"row-32\">\n\t<td class=\"column-1\">25-May-22<br \/>\n<br \/>\n<\/td><td class=\"column-2\">PT PWP<br \/>\n<br \/>\n<\/td><td class=\"column-3\">Alert deforestasi pada lokasi kebun pemasok dari PKS 5 - PT PWP<br \/>\n<br \/>\n<\/td><td class=\"column-4\">Titik yang terdeteksi berada dalam konsesi yang dalam proses pelepasan sebagian HGU karena perubahan RTRWP Kalimantan Tengah<br \/>\n<br \/>\n<\/td><td class=\"column-5\">Golden Agri-Resoures (GAR)<br \/>\n<br \/>\n<\/td><td class=\"column-6\">Di luar area konsesi<\/td><td class=\"column-7\">elesai<br \/>\n<br \/>\n<br \/>\nSurat Klarifikasi  ditandatangani tanggal 30 Mei 2022 beserta BA Verifikasi Lapangan.<br \/>\n<br \/>\n<\/td><td class=\"column-8\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr class=\"row-33\">\n\t<td colspan=\"8\" class=\"column-1\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr class=\"row-34\">\n\t<td class=\"column-1\">22-Feb-22<\/td><td class=\"column-2\">PT DWT<br \/>\n<br \/>\n<\/td><td class=\"column-3\">Buyer meminta klarifikasi terkait indikasi deforestasi di PT DWT dari tahun 2016<\/td><td class=\"column-4\">- Dua titik berada di sempadan sungai, dibuka oleh masyarakat untuk berladang<br \/>\n- Dua titik lainnya merupakan  jalur sekat bakar yang pernah dibuat  saat terjadi kebakaran lahan tahun 2017<br \/>\n<br \/>\n<\/td><td class=\"column-5\">Golden Agri-Resoures (GAR)<br \/>\n<br \/>\n<\/td><td class=\"column-6\">3,8<\/td><td class=\"column-7\">Selesai<br \/>\n<br \/>\n<br \/>\nSurat Klarifikasi dikirim tanggal 01 Maret 2022 beserta BA Verifikasi Lapangan.<br \/>\n<br \/>\n<\/td><td class=\"column-8\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr class=\"row-35\">\n\t<td colspan=\"4\" class=\"column-1\"><\/td><td class=\"column-5\"><\/td><td class=\"column-6\"><\/td><td class=\"column-7\"><\/td><td class=\"column-8\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr class=\"row-36\">\n\t<td class=\"column-1\">15-Feb-22<br \/>\n<br \/>\n<\/td><td class=\"column-2\">PT KAP<\/td><td class=\"column-3\">Alert deforestasi pada lokasi kebun pemasok dari PKS 8 - DSN (PT KAP)<\/td><td class=\"column-4\">Kedua titik berada di dalam konsesi; lahan yang dibuka  masih dikuasai oleh masyarakat<\/td><td class=\"column-5\">Golden Agri-Resoures (GAR)<\/td><td class=\"column-6\">1<\/td><td class=\"column-7\">Selesai<br \/>\n<br \/>\nSurat klarifikasi dikirim tanggal 28 Februari 2022<\/td><td class=\"column-8\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr class=\"row-37\">\n\t<td class=\"column-1\"><\/td><td colspan=\"7\" class=\"column-2\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr class=\"row-38\">\n\t<td class=\"column-1\">15-Feb-22<br \/>\n<br \/>\n<\/td><td class=\"column-2\">PT PWP<\/td><td class=\"column-3\">Alert deforestasi pada lokasi kebun pemasok PKS5 (PT PWP)<\/td><td class=\"column-4\">- Titik pertama berada di luar konsesi; pembukaan dilakukan oleh masyarakat untuk dijadikan ladang<br \/>\n- Titik kedua berada dalam bagian konsesi yang dalam proses pelepasan sebagian HGU karena perubahan RTRWP Kalimantan Tengah<\/td><td class=\"column-5\">Golden Agri-Resoures (GAR)<\/td><td class=\"column-6\">1<\/td><td class=\"column-7\">Selesai <br \/>\n<br \/>\nSurat Klarifikasi tanggal 28 Februari 2022<\/td><td class=\"column-8\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr class=\"row-39\">\n\t<td class=\"column-1\"><\/td><td colspan=\"7\" class=\"column-2\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr class=\"row-40\">\n\t<td class=\"column-1\">6-Jan-22<br \/>\n<br \/>\n<\/td><td class=\"column-2\">PT DPS<br \/>\n<br \/>\n<\/td><td class=\"column-3\">Alert deforestasi pada lokasi kebun pemasok dari PKS 8 - DSN (PT DPS)<br \/>\n<br \/>\n<\/td><td class=\"column-4\">Titik deforestasi berada di luar kadastral PT DPS; pembukaan lahan<br \/>\n dilakukan oleh masyarakat (individual) pemilik lahan<br \/>\n<br \/>\n<\/td><td class=\"column-5\">Golden Agri-Resoures (GAR)<\/td><td class=\"column-6\">Di luar area konsesi<\/td><td class=\"column-7\">Selesai<br \/>\n<br \/>\n<br \/>\nSurat Klarifikasi  tanggal 7 Januari 2022<br \/>\n<\/td><td class=\"column-8\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr class=\"row-41\">\n\t<td class=\"column-1\"><\/td><td class=\"column-2\"><\/td><td class=\"column-3\"><\/td><td class=\"column-4\"><\/td><td class=\"column-5\"><\/td><td class=\"column-6\"><\/td><td class=\"column-7\"><\/td><td class=\"column-8\"><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<!-- #tablepress-15 from cache -->\n\n\n\n<div>\n\n\n\n<script>\n    var table = document.getElementById('tablepress-15');\n    var rows = table.getElementsByTagName('tr');\n\n    for (var i = 1; i < rows.length; i++) {\n        if (i % 2 !== 0) {\n            var button = document.createElement('button');\n            button.className = 'button';\n            button.textContent = '+';\n            button.setAttribute('data-row-index', i);\n            \n            button.addEventListener('click', function() {\n                var rowIndex = parseInt(this.getAttribute('data-row-index'));\n                var nextRowIndex = rowIndex + 1;\n\n                for (var j = 1; j < rows.length; j++) {\n                    if (j === nextRowIndex) {\n                        if (rows[j].style.display === 'none') {\n                            rows[j].style.display = 'table-row';\n                            this.textContent = '-';\n                        } else {\n                            rows[j].style.display = 'none';\n                            this.textContent = '+';\n                        }\n                    } else if (j % 2 === 0) {\n                        rows[j].style.display = 'none';\n                    }\n                }\n            });\n\n            rows[i].getElementsByTagName('td')[7].appendChild(button);\n        }\n    }\n<\/script>\n<style>\ntr:nth-child(even), tr:nth-child(even) td:not(:first-child) {\n        display: none;\n    }\ntr:nth-child(even) td:first-child {\n        border: none;\n    }\n.tablepress>:where(thead,tfoot)>*>th {\n    background-color: var(--primary);\n    color: var(--white);\n    padding: var(--space-s);\n}\n.tablepress td {\n    padding: var(--space-s);\n}\ntr:nth-child(3n), \ntr:nth-child(4n) { \n    background-color: #f5f5f5;\n}\nbr {display: none;}\n.sus-sgl__content ul li ol { padding-left: 2em; }\n<\/style>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DSNG memberikan perhatian yang serius serta memastikan tindak lanjut terhadap Grievance yang diberikan ke Perusahaan. Berikut adalah daftar Grievance DSNG:<\/p>\n","protected":false},"featured_media":0,"parent":8539,"menu_order":123,"template":"","acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.7 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Daftar &amp; Laporan Keluhan - PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG:IJ)<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/dsn.co.id\/id\/esg\/grievance-management\/grievance-list-report\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Daftar &amp; Laporan Keluhan - PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG:IJ)\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"DSNG memberikan perhatian yang serius serta memastikan tindak lanjut terhadap Grievance yang diberikan ke Perusahaan. Berikut adalah daftar Grievance DSNG:\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/dsn.co.id\/id\/esg\/grievance-management\/grievance-list-report\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG:IJ)\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-03-13T04:38:42+00:00\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"1 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/dsn.co.id\/id\/esg\/grievance-management\/grievance-list-report\/\",\"url\":\"https:\/\/dsn.co.id\/id\/esg\/grievance-management\/grievance-list-report\/\",\"name\":\"Daftar &amp; Laporan Keluhan - PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG:IJ)\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/dsn.co.id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-03-06T06:44:28+00:00\",\"dateModified\":\"2026-03-13T04:38:42+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/dsn.co.id\/id\/esg\/grievance-management\/grievance-list-report\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/dsn.co.id\/id\/esg\/grievance-management\/grievance-list-report\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/dsn.co.id\/id\/esg\/grievance-management\/grievance-list-report\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/dsn.co.id\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Penanganan Keluhan Kami\",\"item\":\"https:\/\/dsn.co.id\/id\/esg\/grievance-management\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Daftar &amp; Laporan Keluhan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/dsn.co.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/dsn.co.id\/\",\"name\":\"PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG:IJ)\",\"description\":\"Creating Growth in Sustainable Natural Resources-based Industry\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/dsn.co.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Daftar &amp; Laporan Keluhan - PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG:IJ)","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/dsn.co.id\/id\/esg\/grievance-management\/grievance-list-report\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Daftar &amp; Laporan Keluhan - PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG:IJ)","og_description":"DSNG memberikan perhatian yang serius serta memastikan tindak lanjut terhadap Grievance yang diberikan ke Perusahaan. Berikut adalah daftar Grievance DSNG:","og_url":"https:\/\/dsn.co.id\/id\/esg\/grievance-management\/grievance-list-report\/","og_site_name":"PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG:IJ)","article_modified_time":"2026-03-13T04:38:42+00:00","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"1 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/dsn.co.id\/id\/esg\/grievance-management\/grievance-list-report\/","url":"https:\/\/dsn.co.id\/id\/esg\/grievance-management\/grievance-list-report\/","name":"Daftar &amp; Laporan Keluhan - PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG:IJ)","isPartOf":{"@id":"https:\/\/dsn.co.id\/#website"},"datePublished":"2023-03-06T06:44:28+00:00","dateModified":"2026-03-13T04:38:42+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/dsn.co.id\/id\/esg\/grievance-management\/grievance-list-report\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/dsn.co.id\/id\/esg\/grievance-management\/grievance-list-report\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/dsn.co.id\/id\/esg\/grievance-management\/grievance-list-report\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/dsn.co.id\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Penanganan Keluhan Kami","item":"https:\/\/dsn.co.id\/id\/esg\/grievance-management\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Daftar &amp; Laporan Keluhan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/dsn.co.id\/#website","url":"https:\/\/dsn.co.id\/","name":"PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG:IJ)","description":"Creating Growth in Sustainable Natural Resources-based Industry","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/dsn.co.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dsn.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/post_esg\/8540"}],"collection":[{"href":"https:\/\/dsn.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/post_esg"}],"about":[{"href":"https:\/\/dsn.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post_esg"}],"version-history":[{"count":18,"href":"https:\/\/dsn.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/post_esg\/8540\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":17443,"href":"https:\/\/dsn.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/post_esg\/8540\/revisions\/17443"}],"up":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dsn.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/post_esg\/8539"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dsn.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8540"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}